Press "Enter" to skip to content

Ketua Yayasan Bhakti Suci: Tahun ini tidak ada Perayaan Cap Go Meh

Pada tahun ini Yayasan Bhakti Suci (YBS) tidak membentuk panitia perayaan Cap Go Meh (CGM), seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dijelaskan alasannya oleh Sekretaris YBS, Herry Sandra bahwa hal ini berkaitan dengan sikap YBS untuk menghormati pesta demokrasi yang waktunya bertepatan dengan perayaan CGM.

 

“Meski bukan di Pontianak tapi pesta demokrasi ini merupakan pesta demokrasi masyarakat Kalbar dan kami merasa perlu ikut serta menciptakan kondisi yang kondusif dalam memasuki minggu tenang bagi saudara-saudara kita di Kota Singkawang dan Kabupaten Landak,” ujarnya.

Panitia yang biasanya dibentuk oleh YBS adalah panitia yang berkaitan dengan arakan naga dan pasar kuliner. “Tidak adanya kegiatan ini tidak menghilangkan makna dari perayaan Imlek itu sendiri dan Cap Go Meh. Masing-masing kita tetap menjalankan adat budaya yang kita pahami secara masing-masing keluarga keturunan Tionghoa,” tambahnya.

Keputusan tidak membentuk panitia pada tahun ini, berdasarkan kesepakatan hasil rapat pengurus, dimana kepengurusan YBS merupakan bagian dari gabungan 61 utusan yayasan yang berhimpun didalam YBS. Dengan pertimbangan YBS harus lebih menghormati dan mengapresiasi pesta demokrasi yang sedang berlangsung.

Acara Cap Go Meh di Pontianak (Tribun news)

Ditegaskan oleh Herry Sandra, bahwa tidak diselenggarakannya kegiatan CGM pada tahun ini bukan disebabkan adanya larangan dari Pemerintah Kota Pontianak, maupun Pemerintah Provinsi Kalbar, serta bukan karena pertimbangan tidak amannya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir pada kepemimpinan Sutarmidji, menjadi Wali Kota Pontianak, dan Wali Kota lainnya sebelum Sutarmidji penyelenggaraan CGM selalu aman tanpa adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Apalagi saat sekarang YBS dibawah pimpinan Tjioe Kui Sim, jalinan komunikasi antar lembaga etnis dan lintas agama sudah terjalin dengan sangat baik, sampai saat sekarang semua kegiatan sosial budaya kemasyarakatan Tionghoa maupun kegiatan keagamaan berjalan dengan baik.

“Didalam rapat juga telah ditegaskan pada semua unsur pengurus yang terdiri dari 61 utusan Yayasan, bahwa tidak ada satupun instansi pmerintah yang melarang kegiatan CGM di Kota Pontianak, termasuk dari TNI dan Polri,” jelas Sekretaris YBS tersebut.

 


Terlebih disampaikan Wali Kota Sutarmidji dari dulu selalu mendukung kegiatan CGM, bahkan ia jelas-jelas mempunyai visi dan misi yang sama dengan YBS mengembangkan semua budaya  untuk kemajuan Pariwaisata Kota Pontianak.

Bahkan memasukan kegiatan CGM didalam kalender pariwisata Kota Pontianak. Jadi mohon masyarakat Kota Pontianakkhususnya warga Tionghoa dapat memahami YBS karena pada tahun ini tidak menyelenggarakan kegiatan CGM bukan karena adanya larangan dari pemerintah.

Salah satu kegiatan Cap Go Meh (Tribun News)

“Satu hal lagi YBS juga tidak melarang atau menghambat jika ada yayasan atau perkumpulan yang ingin mengadakan kegiatan CGM seperti arakan naga dan lainnya, maka dipersilakan asal sesuai dengan prosedur yang berlaku tentunya harus mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kota Pontianak dan izin keamanan dari aparat kepolisian setempat,” imbaunya.

Kemudian disampaikannua juga utnuk  2018 mendatang kegiatan CGM direncanakan akan  dilaksanakan karena waktu Pilkada serentak yang rumanyan jauh dari perayaan CGM,  masih ada rentang waktu sekitar empat bulan. (Syahroni/Tribun Pontianak)

Mission News Theme by Compete Themes.