Press "Enter" to skip to content

Rusia perpanjang izin tinggal Edward Snowden

Rusia memperpanjang izin tinggal Edward Snowden, pelarian politik AS yang membocorkan data Badan Keamanan Nasional AS, NSA.

NPR.org mengabarkan Rabu (18/1/2017), hal itu diungkap oleh Maria Zakharova, jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia di akun Facebooknya. Maria mengesampingkan pernyataan bekas Deputi CIA, Michael Morell, yang menyarankan bila Snowden dikembalikan ke AS, maka hal itu bisa jadi menjadi hadiah utama dari Rusia bagi Donald Trump. ‘’Cukup menggelikan,’’ ujar Maria Zakharova seperti ditulis dalam laman Facebooknya. ‘’ Morell ternyata tidak tahu bahwa izin tinggal Snowden telah diperpanjang dua tahun lagi,’’ sambungnya.

 

Kantor berita Associated Press melaporkan, bahwa Edward Snowden belum pernah meminta pengampunan secara resmi, meski pendukungnya menyarankan hal itu. Bulan lalu, sejumlah anggota Kongres di parlemen mengungkapkan bahwa sebagian besar data rahasia telah dibuka untuk umum, termasuk upaya Snowden yang melakukan kontak dengan badan survei intelijen Rusia. ‘’Namun Snowden membantah hal itu,’’ bunyi laporan Lucian Kim, wartawan NPR.

Sejumlah organisasi pembela HAM telah meminta Obama untuk mengampuni Edward Snowden. Mereka telah mengirim petisi yang ditanda tangani 1,1 juta orang. Namun permohonan itu konon tidak dikabulkan Obama. Edward Snowden yang melarikan diri sejak 2013 itu, dinilai melanggar hukum, sehingga Pemerintah Washington terpaksa melakukan perombakan besar-besaran terhadap komunitas intelijen AS.

 


Berita Edward Snowden ini muncul, bersamaan dengan pengampunan yang diberikan Obama kepada Chelsea Manning. Tentara AS yang menyadap data militer dan menyiarkan ke laman Wikileaks itu, akan bebas dari hukuman Mei nanti. Jauh lebih rendah dibandingkan hukuman 35 tahun yang diputuskan pengadilan. (DP)

Mission News Theme by Compete Themes.