Press "Enter" to skip to content

Dua puluh Rabbi Yahudi ditangkap bela pengungsi Muslim di New York

Sekitar 20 Rabbi Yahudi ditangkap karena melakukan protes pencekalan warga dan pengungsi Muslim dari tujuh negara, di depan Trump Plaza, New York, Selasa (7/2/2017).

Mic Network melaporkan, para Rabbi itu terdiri dari 11 perempuan dan 8 lelaki yang tergabung dalam kelompok Sosial Yahudi bernama T’ruah. Mereka berpartisipasi dalam aksi protes menentang pencekalan yang dilakukan Presiden Trump lewat perintah eksekutifnya. Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, para demonstran menabuh genderang dan tamborin.

‘’T’ruah membawa 200 orang Rabbi untuk berkumpul dalam momentum kritis ini,’’ tutur Rabbi Lauren Grabelle Herrmann, salah seorang Rabbi yang melakukan aksi protes. ‘’Aksi protes berlangsung damai. Kami menyanyi, diiringi tabuhan genderang, tamborin tanpa menimbulkan keonaran. Kami lakukan dengan cinta damai dan pesan positif,’’ lanjut Rabbi Lauren Grabelle.

Namun, karena jumlahnya terlalu banyak, sehingga menghambat jalannya lalu lintas di depan hotel tempat mereka menginap,  sehingga belasan Rabbi ditangkap saat mereka berdoa. ‘’Kami baru kembali melakukan aksi demo di Trump Plaza di Manhattan,’’ tutur Lauren Grabelle.

 


Bagi warga Yahudi, bergabung dengan warga Muslim dalam kesempatan kali ini, cukup kritis. ‘’Karena itu kami berharap agar kaum Muslim juga bersedia pula melawan anti Semitisme. Kami juga mengajak warga Yahudi untuk berpartisiasi dalam sentimen Anti-Muslim. Agama Yahudi dan Islam sangat berhubungan erat,’’ tutur Lauren Grabelle, Rabbi dari Komunitas Kemajuan Yudaisme.

Mission News Theme by Compete Themes.