Saturday, July 22, 2017
Home > Achievement > Gedung Putih larang liputan sejumlah media terkenal AS

Gedung Putih larang liputan sejumlah media terkenal AS

Sejumlah media cetak dan elektronik dilarang mengikuti acara brifing yang digelar Sean Spicer, sekretaris pers Gedung Putih, Jumat (24/2/2017).

The New York Times mengabarkan, media massa yang dilarang itu adalah CNN, The New York Times, The Los Angeles Times, Politico dan BuzzFeeds News. Mereka tidak diizinkan masuk ke ruang West Wing, tempat Sean Spicer memberikan brifing rutin. Menurut asisten Spicer, hanya beberapa media massa yang diizinkan meliput brifing itu. Di antaranya Breitbart News, the One America News Network dan The Washington Times, koran kecil, bukan The Washington Post yang kondang itu.

 

Melihat perlakuan itu, para wartawan majalah TIME dan kantor berita Associated Press, yang diizinkan masuk, memilih untuk tidak bersedia meliput acara itu. ‘’Baru kali ini, media massa dilarang melakukan liputan kegiatan pemimpin negara dari Partai Republik maupun Demokrat,’’ tutur Dean Baquet, editor eksekutif The New York Times.




‘’Kami protes keras larangan yang dijatuhkan The Times dan media lain. Kebebasan media meliput pemerintahan yang transparan jelas menjadi kepentingan nasional,’’ sambungnya. Protes yang sama juga dilayangkan Asosiasi Koresponden Gedung Putih. ‘’Kami protes penanganan Gedung Putih. Kami akan mendiskusikan hal ini dengan staf Gedung Putih,’’ kata Jeff Mason, presiden asosiasi wartawan itu.

 


Pelarangan itu terjadi, tak lama setelah Presiden Donald Trump mengecam media massa AS. Di depan forum Komite Aksi Politik Konservatif, Trump tak suka media massa menulis dari sebuah sumber tanpa menyebut nama dan identitasnya. ‘’Sebuah sumber mengatakan Donald Trump brengsek, tidak manusiawi dan lainnya. Jangan ada lagi sumber ini itu. Ayo katakan langsung ke saya kalau berani!’’ kata Trump. ‘’Saya benci pada mereka yang mengarang cerita dari sumber-sumber. Berita bohong tidak menceritakan hal yang sesungguhnya,’’ sambung Trump geram. Dan yang dimaksud adalah media massa yang dilarang meliput di Gedung Putih tadi.