Friday, April 20, 2018
Home > Around the world > Paus Franciscus: Lebih baik jadi ‘Atheis’ daripada ‘Katolik Hipokrit’

Paus Franciscus: Lebih baik jadi ‘Atheis’ daripada ‘Katolik Hipokrit’

Paus Franciscus mengecam sejumlah anggota Gereja dengan menyebut ‘’Lebih baik jadi seorang atheis daripada menjalani kehidupan ganda yang hipokrit’’.

Kantor berita Reuters mengabarkan, hal itu diungkapkan pemimpin Gereja Katolik, Kamis (23/2/2017). Saat memimpin misa pagi di kediamannya, Paus Franciscus menjelaskan ‘’Kalau bicara mencla-mencle, maka itu skandal. Punya kehidupan ganda!’’ kata Paus Franciscus dalam kotbahnya.

 

Pemimpin 1,2 miliar umat Katolik itu menambahkan, banyak di antara umatnya yang mengatakan bahwa dirinya adalah pemeluk agama Katolik yang taat. Selalu menghadiri misa, dan ikut aktif di organisasi ini dan itu. ‘’Tapi dalam kehidupan nyata mereka harusnya mengaku bahwa ‘’Kehidupan saya bukanlah seorang Kristiani. Saya tidak menggaji pembantu saya dengan upah yang sesuai. Saya mengeksploitasi kaum lemah. Saya punya bisnis kotor. Saya juga mencuci uang, dan berperilaku ganda,’’ kata Paus Franciscus.

 


‘’Banyak warga Katolik yang seperti itu dan melakukan skandal,’’ kata Paus Franciscus, asal Buenos Aires dan biasa hidup di antara kaum papa Afghanistan. ‘’Sudah berapa kali kita mendengar orang seperti itu. Karena itu, ya lebih baik jadi Atheis deh,’’ sambung Paus Franciscus.

Pemimpin Katolik bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu, terpilih menjadi Pemimpin Umat Katolik pada 13 Maret 2013. Sekitar sebulan kemudian, Paus Franciscus yang berusia 80 tahun itu, minta umatnya menemui orang-orang Atheis yang baik. Dalam beberapa kesempatan, Paus Franciscus mengecam para imam yang memperkosa bocah ingusan, dan meminta para kardinalnya untuk tidak berlaku seperti putra mahkota. (DP)