Press "Enter" to skip to content

Presiden Moon Jae-in Ogah Tinggal di Istana Biru

Moon Jae-in yang baru terpilih menjadi Presiden Korea Selatan tidak bersedia tinggal di Istana Biru, istana kepresidenan yang terletak di Seoul, Ibukota Korsel. Kantor berita Associated Press mengabarkan Kamis (11/5/2017), hal itu diungkap Moon Jae-in usai diambil sumpahnya sehari sebelumnya.

Dalam pidatonya, Presiden Moon akan meninggalkan istana kepresidenan tersebut dan tinggal di kawasan Gwanghwamun, lokasi jutaan warga melakukan protes menggulingkan Presiden Park Geun-hye. ‘’Setelah persiapan selesai, saya akan keluar dari Istana Biru dan membuka era baru sebagai Presiden Gwanghwamun,’’ kata Presiden Moon.

Moon Jae-in berjanji akan memberi pengarahan langsung pada media tentang isu-isu penting. ‘’Saya akan mampir di pasar setelah bekerja, sehingga saya bisa mendengar keluhan penduduk. Saya juga akan menggelar debat di Lapangan Gwanghwamun,’’ katanya.




Moon Jae-in menghabiskan hari pertamanya sebagai presiden di rumah pribadinya di Seoul, menunggu Istana Biru dibenahi. Hari kedua Moon menyalami penduduk sekitar dan berselfi dengan belasan orang dekat rumahnya, sebelum beranjak ke Istana Biru, diantar mobil kepresidenan, sebelum pindah selamanya ke sebuah rumah sederhana di Seoul. ‘’Istana Biru akan dibuka untuk umum dan bangunan sekitarnya dijadikan museum dan dibuka sebagai fasilitas wisata,’’ tulis kantor berita AP.

 


Meski begitu, Moon tetap menggunakan ruang-ruang bawah Istana Biru sebagai ruang rapat penting yang membahas masalah keamanan. Para pengawal kepresidenan mengungkapkan, Moon Jae-in masih menggunakan lapangan helikopter dan Yeongbingwan, ruang utama Istana Biru untuk menerima tamu negara. ‘’Saya akan berbagi kekuasaan istana kepresidenan sebanyak-banyaknya. Saya akan membuat sebuah sistem pemerintahan yang mencegah instansi pemerintah yang bisa dikendalikan dan diawasi rakyat Korea Selatan,’’ kata Moon Jae-in.

Mission News Theme by Compete Themes.