Tuesday, November 21, 2017
Home > Achievement > Komplotan Mafia tilap dana pengungsi asing di Italia

Komplotan Mafia tilap dana pengungsi asing di Italia

Kepolisian Italia menggulung komplotan Mafia yang menilap dana bantuan bernilai jutaan dolar yang diperuntukkan membiayai sejumlah pusat penampungan pengungsi asing di Italia. Kantor Berita Associated Press mengabarkan, 68 orang termasuk seorang imam, dan kepala grup ‘Mercy’ kelompok relawan Katolik, telah ditahan Senin (15/5/2017). Mereka menggelapkan dana sebesar $ $ 39,5 juta, dari total $ 103 juta yang disediakan bagi pengungsi asing, sejak 2006 hingga 2015.

 

Para penyelidik mengungkapkan, Pastor Edoardo Scordio, pengelola badan sosial ‘Mercy’ memberikan kontrak pengadaan makanan dan konsumsi para pengungsi asing, kepada Arena, kelompok organisasi Mafia cukup dikenal di Italia. Beberapa kasus yang ditemukan, menunjukkan mereka menggelembungkan dana konsumsi pengungsi dan mengantongi keuntungan puluhan juta dolar. ‘Mereka menggunakannya untuk membeli properti, mobil dan kapal pesiar mewah,’’ kata Nicola Gratteri, jaksa penuntut umum Pastor Edoardo Scordio.

Pada tahun 2007, Pastor Scordio mengantongi uang sebesar $ $ 150 ribu, sebagai pengelola badan sosial ‘Mercy’ atau (Belas Kasih Tuhan) itu. Hal itu menyalahi ketentuan sebagai pekerja relawan badan sosial Katolik.

 


Operasi pemberantasan yang dinamai ‘Operasi Jonny’ itu , merupakan operasi kedua yang dilakukan Pemerintah Italia. Pada 2015 lalu, polisi Roma menangkap 44 politikus lokal dan pengusaha yang dituduh terlibat jaringan penilap dana sosial bagi pengungsi asing di Italia. ‘’Itu baru puncak gunung es dari krisis penggunaan dana imigran,’’ tutur Raffaele Cantone, pejuang anti-korupsi Italia. Menurut Cantone, semua itu terjadi akibat makin banyaknya imigran asing yang membanjiri Italia.

Polisi juga menangkap anggota geng Mafia Arena yang mengelola bisnis gelap dari uang jarahan pengungsi. Di antaranya mengelola salon kecantikan dan bisnis kotor lainnya. Pihak otoritas Italia berhasil menyita dana hampir $ 100 juta dari properti, mobil, perusahaan keuangan dan aset lain yang dimiliki kelompok mafia Arena.