Saturday, July 22, 2017
Home > Achievement > Lagu anti PM Inggris ‘Liar Liar’ duduki peringkat atas

Lagu anti PM Inggris ‘Liar Liar’ duduki peringkat atas

Sebuah lagu protes yang menuduh Theresa May berbohong dan mengolok pemimpin Inggris itu menduduki peringkat teratas dalam tangga lagu Amazon.

The Guardian memberitakan Rabu (31/5/2017), lagu campuran reggae ‘Liar Liar’ yang dibawakan kelompok band Captain Ska menjadi lagu paling banyak diunduh di Inggris. Selain menempati urutan teratas Amazon, lagu yang baru diedarkan akhir pekan lalu itu, menduduki peringkat teratas iTunes Inggris. Padahal, lagu ‘Liar Liar’ tersebut tidak disiarkan sejumlah stasiun radio Inggris, karena dianggap melanggar peraturan yang berlaku.

 

‘Liar Liar’ yang berhasil menempati urutan ke-7 dalam tangga lagu top itu diperkirakan bakal naik ke tangga lebih tinggi selama akhir pekan ini. Juru kampanye Parlemen Inggris berniat menggelar protes di luar kantor berita Inggris BBC pada Jumat besok, selama acara tangga lagu ‘Radio 1’ dan menuntut ‘Liar Liar’ diputar.

Lagu itu terdiri dari potongan pidato PM Theresa May yang diimbuhi kata-kata ‘’Dia bohong. Bohong. Bohong. Kamu tidak bisa dipercaya. No. No. No. ‘’ Dalam video klipnya, tampak Theresa May bergandengan tangan dengan Donald Trump dan ketawa-ketawa di dalam gedung Parlemen Inggris. Meski begitu, lagu tersebut tidak secara eksplisit mendukung Partai Buruh, lawan Partai Konservativ yang mendukung Theresa May. Tapi, di akhir video klip dibubuhi keterangan berbunyi: ‘On 8 June, Tories Out! Maksudnya, pada 8 Juni nanti, Tories, sebutan bagi kelompok pendukung Konservatif di Parlemen, bakal ditendang!

 


Jake Painter, produser sekaligus penulis lagu dan pendiri Captain Ska merasa terkejut dan bangga atas keberhasilan lagu ‘Liar Liar’. ‘’Saya begitu senang pesan musik saya bergema di seluruh Inggris,’’ kata Jake Painter. ‘’Saya hanya ingin Tories keluar dari gedung Parlemen,’’ sambung Jake Painter yang telah berkiprah di dunia musik selama 15 tahun.

Kelompok Captain Ska direncanakan manggung di London, Rabu Pekan depan pada tanggal 7 Juni, menjelang pemilihan umum Inggris. Seluruh hasil penjualan lagu hingga pemilu 8 Juni, akan disumbangkan pada bank-bank makanan dan Kampanye Anti-Penghematan Rakyat Inggris.