Thursday, June 22, 2017
Home > Diaspora > Para Imam Inggris Tak Mau Sholatkan jenazah teroris

Para Imam Inggris Tak Mau Sholatkan jenazah teroris

Lebih dari 130 imam masjid di Inggris menolak mengubur jenasah ketiga pelaku penyerangan itu. ‘’Kami tidak akan melakukan penguburan secara Islam bagi mereka. Kami juga mengimbau agar para imam lain mengikuti jejak kami,’’ bunyi pernyataan resmi para pemimpin Muslim di Inggris.

 

Imam Abdullah Hasan salah satu imam Anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengungkapkan, ‘’Biasanya kami memakamkan setiap warga Muslim, tanpa mempedulikan tindakan dan latar belakangnya. Namun kali ini kami tidak bisa berbuat demikian,’’ tutur Imam Abdullah Hasan. Para imam lain menggambarkan kekejian ketiga pelaku penyerangan London Bridge, sebagai ‘’Tindakan yang tidak pernah dilakukan siapapun,’’ bunyi pernyataan resmi para imam Inggris.

Sementara itu, kepolisian Metro London mengumumkan nama tiga pelaku penyerangan menggunakan mobil van yang terjadi di London Bridge, akhir pekan lalu.

CNN mengabarkan Senin (5/6/2017), mereka bernama Khuram Shazad Butt, Rachid Redounane dan Youssef Zaghba. Jajaran kepolisian London berhasil menembak mati ketiga pelaku serangan yang menewaskan tujuh orang itu. ‘’Khuram Shazad Butt, 27, dikenal sebagai warga Inggris kelahiran Pakistan,’’ tutur polisi. Sedangkan Rachid Redounane, 30, menyebut diri sebagai warga Inggris kelahiran Maroco dan Libya,’’ sambung petugas polisi.

Khuram Shazad Butt yang tinggal di Selatan London, dikenal juga sebagai Abu Zaitun. Lelaki berusia 27 tahun tersebut pernah tampil beberapa kali dalam laporan televisi Saluran 4 Inggris. Laporan berjudul ‘Kelompok Jihad di sekitar kita’’ itu bercerita tentang sejumlah warga Inggris yang berafiliasi dengan kelompok militan al-Muhajiron. Hingga akhir pekan lalu, Khuram Shazad bekerja sebagai resepsionis di sebuah pusat kebugaran di Ilford, London.