Friday, December 15, 2017
Home > Diaspora > Community > Nara Hassanen jadi korban kekerasan dengan kebencian

Nara Hassanen jadi korban kekerasan dengan kebencian

Polisi mengungkap motif dari pembunuhan remaja Muslimah yang diserang saat menuju masjid di Virginia, AS, Ahad (18/6) pagi waktu setempat. Perempuan 17 tahun bernama Nabra Hassanen itu tewas diserang menggunakan tongkat baseball oleh pemuda 22 tahun bernama Darwin Martinez Torres.

Pernyataan kepolisian menggambarkan tragedi itu sebagai insiden kemarahan dengan eskalasi emosi yang memuncak hingga memicu tindakan pembunuhan. Torres disebut melakukan penyerangan setelah ia bertengkar adu mulut dengan remaja lain dalam kelompok Hassanen. “Sejauh ini tidak ada indikasi bahwa pembunuhan didorong oleh diskriminasi ras atau agama. Tampaknya tersangka menjadi sangat marah karena argumen di jalanan ini hingga meningkat menjadi kekerasan mematikan,” kata Juru Bicara Polisi Fairfax County, Julie Parker.

 

Ia menginformasikan, pada saat kejadian Hassanen sedang bersama 15 remaja lain yang sebagian berjalan kaki dan naik sepeda. Antara pukul tiga sampai empat pagi itu, mereka beranjak kembali ke masjid di area All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) setelah makan sahur di McDonald’s. Saat itulah tersangka yang mengendarai mobil mendatangi kelompok dan mulai berdebat dengan seorang remaja laki-laki. Mendapati ketegangan yang ada, anggota kelompok lain segera berhamburan, namun Torres mengejar sambil membawa tongkat baseball, memukul Hassanen, dan membawanya ke dalam mobil.

Anggota kelompok yang tadinya terpencar menyadari Hassanen hilang dan segera melapor kepada petugas keamanan di masjid tersebut. Laman CBS News melaporkan, polisi lantas menemukan jasad siswa kelas dua South Lakes High School di Reston, Virginia itu berada di sebuah kolam.  Ayah korban, Mohmoud Hassanen Aboras berduka atas apa yang terjadi dan berharap hukuman setimpal bagi Torres yang sudah tertangkap. Mohmoud yang beremigrasi dari Mesir itu berharap kejadian serupa tidak berulang pada putri orang lain, baik yang beragama Kristen, Muslim, Yahudi, Hispanik, atau apapun. (Republika.com)



SaveSave

SaveSave