Press "Enter" to skip to content

Presiden Trump Hentikan Tradisi Lebaran di Gedung Putih

Presiden Donald Trump tidak menggelar acara Iftar, atau buka bersama mengakhiri bulan Ramadan dengan umat Muslim di Gedung Putih. BBC.com mengabarkan Senin (26/6/2017), padahal acara buka bersama itu digelar setiap tahun dan tradisi itu dilakukan Gedung Putrih sejak 20 tahun terakhir.

Menurut kantor berita Reuters, Menteri Luar negeri AS Rex Tillerson yang menolak untuk memberi rekomendasi kepada Departemen Luar Negeri urusan agama dan urusan global, penyelenggara acara tersebut. Sebaliknya, Menlu Rex Tillerson hanya mengucapkan ‘’Selamat bagi seluruh Umat Muslim yang merayakan Idul Fitri,’’ bunyi pernyataan resminya.

 

Ucapan selamat juga diungkapkan Presiden Donald Trump kepada Umat Muslim. ‘’Atas nama seluruh rakyat Amerika, Melania dan saya mengirimkan ucapan yang hangat bagi umat Muslim yang merayakan Idul Fitri,’’ bunyi pernyataan resmi Trump. Orang nomor satu AS itu pernah dikecam karena menggunakan retorika anti-Muslim. Pada saat berkampanye dalam Pilpres 2016, Trump meminta agar masjid-masjid di AS dipasangi kamera pengintai.

Buka bersama Iftar digelar di Gedung Putih pernah dilakukan oleh Mendiang Thomas Jefferson pada 1805 untuk tamunya dari Tunisia. Kemudian acara itu dihidupkan kembali oleh Hillary Clinton, saat menjadi ibu negara pada 1996. Sejak tahun 1999, Gedung Putih menyelenggarakan acara Iftar sebagai upacara tradisional tiap tahun yang dihadiri para pemuka agama Islam, diplomat dan para anggota parlemen AS.

Acara menggelar Iftar di Gedung Putih sempat tampil di halaman situs departemen Luar negeri. Namun acara berjudul ‘Thomas Jefferson’ Iftar’ itu dihapus namun masih dicatat sebagai arsip dalam situs tersebut.



SaveSave

SaveSave

Mission News Theme by Compete Themes.