Saturday, April 21, 2018
Home > Economy > Hubungan India dan China Memanas

Hubungan India dan China Memanas

Pemerintah China dan India sama-sama meningkatkan kewaspadaan pasukannya untuk menghadapi konflik bersenjata menyusul perselisihan perbatasan Dataran Tinggi Doklam di Pegunungan Himalaya. Business Insider mengabarkan Senin (14/8/2017), Menteri Pertahanan India Arun Jaitley menyatakan di depan parlemen, ‘’Pasukan India siap menghadapi situasi apapun,’’ katanya seperti dikutip Indian Express.

Sementara itu, sebuah sumber di kalangan militer China mengungkapkan, ‘’Tentara Pembebasan Rakyat China, tidak bersedia meladeni pertempuran dengan India. Tapi kami akan mengerahkan pesawat tempur dan rudal strategis untuk melumpuhkan divisi militer India yang ditempatkan di Himalaya,’’ katanya kepada Harian South China Morning Post.

Sumber militer lainnya menyatakan, para perwira tinggi dan pasukan dari Komando Wilayah Barat China telah disiapkan menghadapi perang dengan India. ‘’Ada suara di antara para tentara yang memerintahkan untuk berperang melawan tentara India bila mereka memasuki kawasan teritorial China di Donglang atau Doklam. Dan suara itu didukung warga China,’’ katanya.

Tak cuma itu. Dua negara besar Asia itu sama-sama memperkuat armada lautnya di Teluk Bengali. Bulan Juli lalu misalnya, India bersama mitranya dari AS dan Jepang melakukan latihan perang laut di Teluk Bengali. AS juga telah menyetujui penjualan pesawat angkut militer ke India bernilai $ 365 juta ke India, dan penjualan pesawat drone AS bernilai $ 2 miliar. Kini jajaran angkatan laut India memiliki 8 buah kapal selam Boeing P-8A Poseidon yang melakukan patroli di sepanjang Laut Hindia.

Sedangkan Antony Wong, pengamat militer China di Macau menyatakan bahwa kedua negara itu tampaknya saling merendahkan satu sama lain. Tapi, ‘’Bila konflik perbatasan melebar hingga ke laut, maka sulit bagi pasukan RRC mengalahkan angkatan laut India yang tampaknya lebih kuat setelah memiliki 8 kapal selam patroli Boeing P-8A,’’ kata Antony Wong seperti dikutip South China Morning Post.