Sunday, December 17, 2017
Home > Achievement > Pariwisata Indonesia Gelar 180 Events di Mancanegara 2018

Pariwisata Indonesia Gelar 180 Events di Mancanegara 2018

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan 180 event pariwisata mancanegara guna mencapai angka kunjungan 17 juta wisatawan pada 2018 ke Indonesia. “Berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, kami telah menyiapkan 180 even terbagi untuk kawasan Asia Tenggara (Asteng), Asia Pasifik (Aspas) dan Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika (ETTAA),” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar I Gde Pitana.

Menurutnya, 180 event tersebut terdiri dari beberapa kategori seperti Pameran Wisata Umum (38 event), Pameran Wisata Khusus (20 event), Festival Wonderful Indonesia (29 Event), dan Misi Penjualan (93 Event). “Belum termasuk Bimbingan Teknis (Bimtek) sebanyak 80 event sepanjang 2018 dan Perjalanan Wisata Umum di mana melibatkan 1.055 orang serta Perjalanan Wisata Minat Khusus dan MICE melibatkan sekitar 380 orang,” ujar dia.

“Guna mencapai target tersebut, stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan Destination, Original, dan Time (DOT), promotion strategy dengan Branding, Advertising, dan Selling (BAS), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Lebih lanjut, Pitana menjabarkan strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan pada 10 Bali Baru dengan kesiapan 3A, yakni Akses, Amenitas, Akses. 10 Bali Baru di antaranya Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang), Bunaken–Wakatobi-Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Dia memasang target wisman dari lima negara besar , Tiongkok, Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang bisa menjadi penyumbang wisman terbesar ke Indonesia pada 2018. “Sesuai rangkaian kegiatan strategis Kementerian Pariwisata tahun 2018, yang akan memfokuskan pada Digital Tourism, Homestay dan Air Connectivity.



Selain itu, tujuh kegiatan strtategis lain seperti Branding, Top 10 originasi, top 3 destinasi utama (15 destinasi branding), pengembangan 10 destinasi prioritas, Sertifikasi Kompetensi SDM dan Gerakan Sadar Wisata, Peningkatan Investasi Pariwisata dan Pengelolaan Crisis Center menjadi penopang ketiga fokus utama tadi,” papar I Gde Pitana.

“Tentu fokus kita pada kegiatan hard selling, a setelah dua tahun terakhir ini kami fokus membangun branding Wonderful Indonesia, pada tahun ini akan lebih fokus pada kegiatan hardselling dan kerja sama dengan airlines dan wholesalers,” lanjutnya. “Pasar China kami garap melalui event CITM, PWI, kerja sama dengan Baidu, C-Trip, dan Charter Flight,” kata dia.

Menggarap pasar Eropa, Kemenpar menggelar event antara lain ITB Berlin, IFTMTop Reza, Vakantiebeurs, WTM London dan PWI. Kemenpar kemudian membidik Australia di PWI Melbourne dan Sydney, Wisman Singapura dari NATAS dan ITB Asia. Sedangkan di Malaysia, kami kembali ikut MATTA dan rangkaian kegiatan PWI. Sedangkan, untuk pasar India, Indonesia mengikuti event SATTE, OTM dan PWI. Amerika sendiri dibidik melalui IMEX Amerika dan DEMA Show. “Wonderful Indonesia akan goda pasar Korea melalui HANA Tour, MODE Tour dan KOTFA. Jepang dengan dengan mengikuti JATA dan kegiatan PWI, sedangkan Taiwan melalui Taipei International Travel Fair.”



Sementara itu, untuk menggoda pasar Thailand, Wonderful Indonesia siap meramaikan event Thailand International YravelFair, turis Timur Tengah digarap melalui event ATM Dubai sedangkan Hong Kong melalu DRT Hong kong.

“Itu gambaran event untuk membantu pencapaian target wisman dan kita sudah punya modal besar. Wonderful Indonesia telah mendapatkan 13 penghargaan di 6 negara. Terakhir adalah kemenangan Wonderful Indonesia menjadi juara dunia pada 15 September 2017 dalam UNWTO Video Competition Chengdu, China. Ini tentu prestasi membanggakan dan hasil kerja keras semua pihak dan tambahan spirit dan motivasi kami,” urai I Gde Pitana mengakhiri.