Press "Enter" to skip to content

Mike Flynn Terlibat Rencana penculikan oposisi Turki di AS

Mantan penasehat keamanan Gedung Putih, Mike Flynn diduga terlibat rencana penculikan tokoh oposisi Turki Fetthulah Gulen. Untuk itu, Mike Flynn dan putranya, Michael Flynn Jr. dibayar $ 15 juta oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Hal itu terungkap dalam pengusutan Dewan Khusus Robert Mueller yang tengah mengusut kasus tersebut

Harian The Wall Street Journal mengungkapkan Jumat (10/11/2017), uang pelicin itu diterima Mike Flynn dan putranya dari Pemerintah Turki untuk menangkap Fethullah Gulen.

Setidaknya ada empat orang yang mengetahui pertemuan rahasia antara Flynn dengan sejumlah pejabat Turki. Pertemuan rahasia yang terjadi Desember 2016 itu, menyusun rencana penculikan Fethullah Gulen dari sebuah kota di Pennsylvania untuk dibawa ke Turki. Gullen rencananya akan dibawa dengan pesawat jet khusus dan dijebloskan ke penjara di Kota Imrali, Turki. Untuk itu, Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan memberi dana sebesar $ 15 juta sebagai imbalan bagi Flynn.

Pertemuan Desember itu digelar sebagai pertemun lanjutan yang penah diadakan 19 September 2016. Dalam pertemuan September itu, pihak Turki diwakili oleh Berat Albayrak, menantu Erdogan yang menjadi Menteri energi Turki. Juga Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. Dalam pertemuan kedua inilah, para pejabat Turki mendesak Flynn kemungkinan untuk menculik Fethullah Gulen.

 



Laporan Wall Street Journal itu dibantah oleh seorang jurubicara tim transisi Trump. ‘’Kami tidak punya bukti apapun tentang pertemuan itu,’’ katan jurubicara yang tak disebut namanya. ‘’Seandainya pertemuan itu ada, tapi tidak berlangsung selama masa transisi Trump,’’ kata jurubicara itu menambahkan. Pada bulan Februari 2017, Michael Flynn mengundurkan diri sebagai penasehat keamanan Gedung Putih.

Rencana penculikan ini terbongkar saat Dewan Khussus Robert Mueller mengusut campur tangan Rusia dalam proses pemilu presiden AS 2016 silam. Bila rencana penculikan itu terbukti, maka sejumlah pejabat AS yang ikut dalam rencana itu, ‘’Bisa dikenai hukuman berat, karena berkonspirasi untuk menculik Fethulah Gulen,’’ ujar Patrick Cotter, seorang pengacara dari Chicago.

 

Dan hukuman bagi Michael Flynn bisa lebih berat lagi. ‘’Dia bisa didakwa melanggar hukum anti mata-mata AS. Selain itu juga menerima penyuapan dalam jumlah tertentu dan menyalah gunakan brifing rahasia yang diterima di masa transisi Trump,’’ kata Cotter menambahkan. ‘’Jika anda agen rahasia asing yang dibayar oleh pemerintah asing, tanpa diketahui seorang pun, maka anda adalah mata-mata,’’ tutur Patrick Cotter.



Mission News Theme by Compete Themes.