Wednesday, December 13, 2017
Home > Diaspora > Community > Pengalaman Naik ‘Bis Hantu’ di Bavaria, Jerman

Pengalaman Naik ‘Bis Hantu’ di Bavaria, Jerman

Bus umum tanpa supir kini bisa ditemui di berbagai jalan raya di Jerman. Ketika mengunjungi kota Berlin atas undangan pemerintah Jerman bulan lalu, Indonesian Lantern sempat melihat dari dekat bus model baru ini. Di ibukota Jerman ini, bus tanpa supir ini baru bisa beroperasi di kampus-kampus dan perkantoran,  dan karena faktor legalitas belum bisa beroperasi di jalan umum.

Berbeda dengan Berlin, di kota kecil Bad Birnach di negara bagian Bavaria, bus ini mulai meluncur di jalan raya sejak  Oktober lalu. Bus umum pertama yang bisa berjalan sendiri, seperti ‘Bis Hantu’ ini diluncurkan oleh perusahaan transportasi Jerman, Deutsche Bahn. Ujicoba pengoperasian bus ini berhasil mengangkut penumpang dari stasiun kereta ke pusat kota, atau sejauh kurang lebih 700 meter. Bus mungil yang tidak memungut biaya ini bisa menampung 6 penumpang duduk  dan 6 penumpang berdiri.   

Bus bernama EasyTen yang didisain oleh perusahaan StartUp Perancis bernama EasyMile ini, adalah kendaraan bertenaga listrik yang bisa berjalan sendiri dan menavigasi jalan raya dengan menggunakan sensor, laser dan GPS. Bus bisa mencapai kecepatan 40 km per jam tetapi saat ini baru dibatasi hingga 15 km per jam.

Bus ini masih belum mampu menghindari masalah secara mandiri. Dalam keadaan darurat, misalnya ada mobil berhenti di depannya, seorang pengendali akan membantu mengambilalih kontrol bus dengan menggunakan joystick. Inilah pertama kalinya dalam sejarah transportasi Jerman, sebuah bus yang menyetir sendiri bisa dipergunakan sebagai angkutan publik.  

Gubernur Bavaria,  Michael Fahmüller, pada acara  peluncuran, menyatakan betapa pentingnya kendaraan setir sendiri seperti EasyTen bagi transportasi  daerah pedesaan di mana penduduknya  mengandalkan kendaraan pribadi, dan penyedia  transportasi publik kesulitan mengatasi minimnya peminat. “Bus tanpa supir ini merupakan sinyal bagi  mobilitas dan fleksibilitas transportasi publik di masa depan, terutama di daerah pedesaan, kami bangga telah menjadi pionir dalam hal ini.” Katanya seperti dikutip Deutsche Welle.

Deutsche Bahn sendiri berencana mengembangkan minibus otonom ini di masa depan, di mana bus ini akan berfungsi seperti mobil pribadi, menjemput penumpang berdasarkan pesanan dari rumah melalui sebuah App lalu menjemput penumpang lainnya yang tujuannya searah. Di tahun 2018, Deutsche Bahn berencana meluncurkan bus yang sama tahun depan di berbagai kota di Jerman seperti Hamburg, di bagian utara Jerman. Kendaraan otonomi atau tanpa supir akan menjadi tren teknologi yang berkembang pesat di masa depan.

Beberapa  perusahaan otomotif terkemuka seperti Renault dan BMW  belum lama ini telah memaparkan rencana desain  terbaru mereka dalam bidang kendaraan tanpa supir ini. EasyMile sendiri lebih memfokuskan pada eksperimen di bidang transportasi publik.

Di masa depan, kendaraan umum bertenaga listrik akan menawarkan alternatif baru bagi penumpang kereta bawah tanah, di mana dengan kendaraan ini mereka bisa menikmati keindahan kota. Bus mungil ini sangat unik, dengan kaca transparan, dan bersuara sangat pelan.

Sayangnya, menurut Lantern, kendaraan ini masih kurang nyaman dikendarai karena mudah bergoyang dan sering berhenti tiba-tiba. Kira-kira mirip seperti naik bajaj lah. Tapi dari segi penggunaan energi, jelas bus bertenaga listrik ini sangat ramah lingkungan karena beremisi rendah, dan tentunya memiliki potensi besar di masa depan. (Teks & Foto2: Indah Nuritasari)

 

Leave a Reply