Press "Enter" to skip to content

Singapura Tangkap Belasan pencuri bahan bakar milik Royal Shell

Pengadilan Singapura menjatuhkan tuduhan kepada tiga tersangka asal Vietnam, yang terlibat dalam kasus pencurian minyak di sebuah pengilangan minyak Shell di Pulau Bukom, Sabtu (13/1/2018).

Kantor berita Reuters mengabarkan, sebelumnya tercatat 11 orang lain yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian bahan bakar diesel milik Royal Dutch Shell Plc. Jajaran kepolisian Singapura menyita uang tunai jutaan dolar Singapura dan sebuah kapal tangki minyak dalam berbagai operasi penggrebegan sejak akhir tahun lalu. Dari ke-11 orang tersangka, 8 di antaranya adalah karyawan Shell, dua orang warganegara Vietnam. Mereka tertangkap dalam penggrebegan yang berlangsung akhir pekan lalu.

Dari tiga warga Vietnam yang diadili, kejaksaan Singapura menyita uang tunai sebesar $ 676 ribu yang ditemukan di sebuah lokasi di Pulau Bukom. Perusahaan minyak Shell memiliki pabrik penyulingan terbesar di pulau tersebut. Dalam aksi pencuriannya selama dua hari di akhir tahun 2017, komplotan tersebut diam-diam berhasil menyedot bahan bakar diesel sebanyak 4.300 ton bernilai S$ 2,4 juta.



Dalam dokumen dakwaan, Pengadilan Singapura mencatat dua kapal yang digunakan mentransfer minyak curian ke dua kapal penampungan di Pulau Bukom, pada 11 November dan 13 Desember 2017. Kedua kapal itu masing-masing milik Sentek 6, kapal berbendera Singapura dan MR Gae yang melakukan perjalanan ke Pulau Batam, Indonesia akhir Desember lalu.

Singapura merupakan dermaga ekspor impor minyak terbesar dan terpenting di dunia. Hampir seluruh minyak mentah yang diekspor dari Timur Tengah dikirim ke Singapura, sebelum didistribusikan ke pembelinya di China, Jepang dan Korea Selatan, serta Asia Tenggara. Singapura juga merupakan penyulingan terbesar di Asia dan tempat pengisian bahan bakar bagi kapal-kapal pengangkut barang dan minyak.



Mission News Theme by Compete Themes.