Press "Enter" to skip to content

Amerika Dilanda Demam ‘Super Bowl 52’. Ini penjelasannya

Super Bowl LII atau ke-52 yang berlangsung Minggu pukul 6.30 sore di Minneapois, Minnesota, merupakan salah satu ajang olahraga paling bergengsi di AS. Kali ini dua tim maju ke babak final. Mereka adalah Tim Eagles dari Kota Philadelphia, kota yang banyak dihuni warga Indonesia, melawan Tim Patriots dari New England.

Meskipun disebut sebagai pertandingan football (sepakbola), namun perang tanding ini tidak seperti pertandingan sepakbola lainnya di dunia. Kalau pertandingan sepakbola dunia menendang atau menyepak bola dengan kaki, maka pertandingan Football AS ini dilakukan dengan berlari membawa bola yang dipeluk oleh para pemain. Bola berbentuk lonjong itu hanya sekali ditendang oleh satu-satunya pemain, yang memasukkannya ke dua pilar tinggi di  kandang lawan.

Bagi pembaca yang belum tahu cara permainannya, begini singkatnya: Setiap tim berupaya membawa bola lonjong dengan cara berlari, ke kawasan segi empat di ujung lapangan lawan. Dan itu tidak gampang, karena pihak lawan akan berusaha mengganjal dan menggagalkannya dengan kekerasan. Mulai menjegal, meraih kaki, membetot lengan, mendorong bahkan membanting lawan ke tanah agar gagal. Untuk itulah setiap pemain dilengkapi pakaian pelindung yang sangat lengkap: Helm, pelapis pundak, kaki di balik kostumnya, sehingga badan mereka kelihatan membengkak.

Setiap tim diberi kesempatan empat kali melempar bola untuk mencapai batas tertentu yang ditandai dengan tanda lingkaran merah berukuran besar yang dipegang petugas di tepi lapangan. Bila berhasil melewati batas itu, mereka memiliki peluang empat kali lagi untuk melempar bola. Demikian seterusnya sampai berhasil memasukkan ke kawasan segi empat lawan yang disebut sebagai ‘Touch Down’. Mereka diberi nilai 6 (enam), dan diberi satu nilai lagi dengan menendang atau menyepak bola ke gawang tinggi berbingkai kuning, sehingga total nilainya mencapai angka 7. Tim yang meraih angka terbanyak yang menang.

 

Tidak seperti pertandingan sepakbola umumnya, pertandingan US Football ini bukan saling memperebutkan bola. Setiap tim diberi kesempatan membawa bola ke gawang lawan, melalui tim lawan yang mempertahankan diri. Setelah berhasil, barulah tim lawan diberi kesempatan membawa bola ke gawang lawan.



Beberapa hari sebelum final, para pendukung masing-masing tim akan menggelar sejumlah acara. Mulai dari acara makan-makan di kantor atau di rumah, hingga mabuk-mabukan di cafe dan bar-bar di sudut jalan. Setiap rumah biasanya membeli makanan ringan dan minuman untuk menemani keluarga menonton pertandingan lewat televisi. Pasar judi dan taruhan pun ramai berlangsung, baik yang resmi maupun yang gelap.

Mulai dari angka kemenangan, siapa pemain yang membawa bola dan teknis lainnya. Menurut kantor berita UPI, seorang penjudi yang tak mau disebut namanya, memasang taruhan jutaan dolar untuk Eagles Philadelphia.

Harga tiketnya pun dimainkan para agen penjual tiket. Semakin mahal bila mendekati hari final. Harga termurah untuk Super Bowl LII konon mencapai $ 5 ribu sampai $ 10 ribu. Dan termahal bisa mencapai ratusan ribu dolar. Sayangnya tidak ada kelompok bonek (bondo nekat) yang tidak memiliki karcis atau berbuat keonaran. Siapapun yang kedapatan nekat masuk penjara dan denda tinggi.

‘’Go Eagles!!’’ bunyi moto tim Eagles dari Philadelphia berlambang Garuda, melawan Patriots New England berlambang gambar tentara AS zaman dulu. Tim Philadelphia mengenakan seragam warna hijau dan Patriots berwarna biru pernah berhadapan di ajang Super Bowl pada tahun 2015 dengan hasil: Patriots keluar sebagai pemenang di bawah pimpinan kapten tim Trom Brady, suami Gisele Bundchen, model kondang dunia kelahiran Brazil itu.



Mission News Theme by Compete Themes.