Press "Enter" to skip to content

Pemerintah Beijing Ambil Alih Perusahaan Raksasa Anbang Corp.

Pemerintah Beijing mengambil alih Anbang, perusahaan asuransi raksasa China agar tidak bangkrut setelah perusahaan itu dikabarkan terlibat kasus ilegal yang dilakukan mantan bosnya.

The Wall Street Journal mengabarkan Jumat (23/2/2018), dalam suratnya, Komisi Regulasi Asuransi China, CIRC, menyatakan seluruh manajemen Anbang akan diawasi oleh sekelompok pengawas dari badan komisi itu setahun ke depan. ‘’Seluruh transaksi, perdagangan aset, informasi kontrak dan dan perdagangan lainnya akan diawasi kelompok kerja tersebut,’’ bunyi pernyataan yang dikeluarkan 12 Februari 2018.

Sementara, Wu Xiaohui, mantan bos Anbang yang ditahan sejak delapan bulan silam, dijatuhi dakwaan menyalahgunakan penggalangan dana dan memanfaatkan kedudukannya, bunyi tuduhan yang dikeluarkan di Shanghai Jumat. ‘’Wi Xiaohui, mantan CEO dan manajer umum Anbang didakwa melakukan kejahatan kriminal ekonomi,’’ tulis pernyataan resmi Komisi Regulasi Asuransi China.

Langkah Pemerintahan PM Xi Jinping mengambil alih Anbang cukup mengejutkan kalangan bisnis AS. Sebab, Anbang adalah salah satu perusahaan raksasa China cukup bergengsi. Pada tahun 2015, Anbang membeli Hotel Waldorf Astoria, hotel terkenal di Manhattan, New York dengan harga $ 1,95 miliar. Menurut komisi CIRC, sebuah satuan khusus yang terdiri para pengawas asuransi, juga telah memantau kegiatan Anbang sejak Wi Xiaoui ditahan tahun lalu.



Badan Komisi Pengawas Asuransi China menjelaskan bahwa operasi bisnis Anbang diketahui melanggar UU asuransi. Perusahaan itu, menurut CIRC sangat membahayakan penyelesaian upaya bisnis. ‘’Karena itulah, demi kepentingan konsoumen dan melindungi kepentingan publik, CIRC memutuskan untuk mengambil alih perusahaan anda,’’ bunyi surat yang diedarkan kepada karyawan Anbang.

Namun kegiatan di dalam Hotel Waldorf Astoria, yang sering menjadi tempat menginap mantan Presiden Soeharto dan para pejabat Indonesia itu, tetap berlangsung normal. Di Hotel mewah yang memilik kapasitas 1.100 kamar itu, masih terlihat kegiatan renovasi. ‘’Rencana Anbang untuk melakukan perbaikan menyeluruh tetap berlangsung,’’ tutur Christopher Nassetta, CEO Hilton Worldwide Holdings Inc, penang jawab sehari-hari Waldorf kepada para investor.

Ke-31 anggota kelompok kerja yang mengawasi Anbang dipimpin oleh He Xiaofeng, Pejabat resmi Pengaturan Asuransi China. Sejumlah pejabat dari Bank Sentral China, pengawas perbankan, sekuritas dan badan penukaran mata uang asing serta dari China Pacific Insurance Group, juga menjadi anggota kelompok kerja tersebut.



Mission News Theme by Compete Themes.