Press "Enter" to skip to content

Tawuran Massal Warnai Acara Supremasi Kulit Putih di Michigan

Sedikitnya 12 orang ditahan, menyusul baku hantam antara kelompok supremasi kulit putih dengan pengunjuk rasa anti-kulit putih di luar kampus Michigan State University, Senin (5/3/2018).

Kantor berita Reuters mengabarkan, baku hantam itu terjadi menjelang Richard Spencer, tokoh kulit putih AS hendak berpidato dalam sebuah acara di kampus itu. 40 pendukung Spencer yang berbaris menuju jalan utama menuju kampus, dihadang oleh 500-an demonstran yang mencegah mereka masuk.

Adu mulut antara kedua kelompok tak terhindar lagi, walaupun ratusan petugas polisi berupaya menjaga para demonstran agar tidak merangsek ke kelompok kulit putih itu. Dengan menggunakan peralatan anti-huru hara polisi berupaya memisahkan kedua kelompok yang terlibat tawuran, namun sia-sia. Enam hingga tujuh pelaku tawuran diborgol dan digiring ke dalam kampus Michigan State University. ‘’Mereka itu sampah semua. Kami berupaya mengusir mereka. Dan hak kami mengeluarkan pendapat tengah diuji,’’ kata David Sherman. Lelaki berusia 25 tahun itu, datang dari Indianapolis untuk memprotes kegiatan Spencer tersebut.

Richard Spencer dikenal sebagai pendukung utama Donald Trump selama kampanye presiden 2016 lalu. Spencer mencuat namanya setelah para pendukungnya melakukan tanda hormat ala Nazi, di sebuah acara di Washington DC. Acara itu untuk merayakan kemenangan Donald Trump sebagai kandidat Partai Republik. Belakangan, Presiden Trump mengutuk peristiwa tersebut.



Oktober silam, Spencer juga diprotes banyak orang, tatkala berpidato di Universitas Florida, Gainsville. Bahkan Agustus tahun lalu, seorang pemuda simpatisan Nazi ditangkap polisi, karena menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang, usai mengikuti gerak jalan kelompok supremasi kulit putih di Charlottesville, Virgnia. Seorang perempuan berusia 32 tahun tewas dalam peristiwa tersebut.



Mission News Theme by Compete Themes.