Press "Enter" to skip to content

Pemerintah AS Terbitkan Lagi 15 Ribu Visa Pekerja Musiman

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan 15 ribu visa pekerja sementara untuk tahun 2018. The Washington Post mengabarkan, visa jenis H-2B yang diberikan kepada pekerja tersebut, untuk mengisi lowongan pekerjaan di berbagai industri.Seperti industri makanan laut, turis, penata kebun, konstruksi dan bidang industri lain.

Dalam penjelasannya, Kirstjen Nielsen, Menteri Dalam Negeri AS menjelaskan tenaga kerja kasar itu didatangkan karena ‘’Tidak ada pekerja AS yang tersedia untuk mengerjakan bidang-bidang tersebut. Lagipula, tidak ada yang mampu memenuhi kebutuhan bisnis AS,’’ kata Kirstjen.

Menurutnya, visa H-2B sebenarnya untuk melindungi para pekerja AS. ‘’Namun dalam situasi di mana kondisi bisnis di AS tidak terganggu, maka kita butuh pekerja dan aturan tentang pekerja itu harus direformasi,’’ kata Nielsen. ‘’Kongres perlu menyerahkan masalah ini ke Departemen Dalam Negeri,’’ sambung Nielsen.



Keputusan Trump untuk menambah puluhan pekerja kasar itu menyebabkan Kongres garuk-garuk kepala. ‘’Katanya mengutamakan tenaga kerja AS, tapi kini malah mengimpor tenaga kerja asing. Padahal tidak ada pabrik atau tanah pertanian dan perkebunan di Wisconsin. Tidak satu pun tanah pertanian yang mau mempekerjakan pekerja kasar,’’ tutur Senator Ron Johnson dari Republik.

Hal yang sama juga disuarakan Mark Kirkorian. Direktur Pusat Studi Imigrasi ini terkejut melihat kebijaksanaan Presiden Trump. Lebih-lebih mendapati kenyataan bahwa Presiden Trump mempekerjakan tenaga kerja asing untuk lapangan golf miliknya di Palm Beach, Florida. Dengan visa H-2B, Trump tidak lagi mengutamakan warga AS seperti yang disebut dalam program ‘Beli Produk Amerika dan Pekerjakan warga AS’. ‘’Sekarang bunyinya, ayo ramai-ramai datangkan pekerja asing,’’ kata Mark Kirkorian.



Mission News Theme by Compete Themes.