Press "Enter" to skip to content

Mantan PM Najib Razak Ditahan KPK Malaysia

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ditahan oleh badan antikorupsi terkait dugaan korupsi lembaga investasi negara, 1MDB. Najib, yang dituduh terlibat dalam dugaan korupsi hampir Rp 64 triliun dan akan dikenai dakwaan hari Rabu (04/07) pagi di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur.

Menurut pernyataan satuan tugas 1MDB yang dibentuk PM Mahathir Mohamad, Najib ditahan hari Selasa (03/07) pada pukul 14:35 waktu setempat (13:35 WIB) di kediamannya terkait dengan masalah SRC, cabang 1MDB. Dalam kesempatan itu, Badan antikorupsi Malaysia melakukan penyitaan selama beberapa minggu terakhir ini di sejumlah properti yang dikaitkan dengan Najib.

Para penyelidik  menyita sejumlah barang mewah bernilai lebih dari Rp3,8 triliun di rumahnya. Termasuk di antaranya adalah lebih dari 12.000 perhiasan milik istrinya, Rosmah Mansor. “Keluarga Najib Razak tetap mempertahankan bahwa penyitaan oleh polisi adalah sebagian besar pemberian dari teman, tamu asing, termasuk tamu kerajaan kunjungan resmi serta juga acara keluarga seperti pesta ulang tahun, peringatan, pernikahan dan pertunangan,” kata Najib melalui Facebook dan Twitter.

Sebelumnya pada hari Selasa (03/07) penyelidik menanyai produser film Hollywood, Riza Aziz, anak laki-laki tiri Najib, yang membuat film “Wolf of Wall Street” yang sempat dicalonkan mendapatkan penghargaan Oscar. Riza tiba di kantor MACC didampingi pengacaranya, K. Kumaraendran. Sejumlah laporan media menyebutkan perusahaan yang berkantor di Amerika Serikat, Red Granite, terkait dengan dana yang diselewengkan dari 1MDB. Riza menyangkal tuduhan Kementerian Kehakiman AS terkait dengan penerimaan dana tersebut. Sementara itu, Rosmah Mansor, istri Najib, juga telah diperiksa komisi anti korupsi Malaysia.



1MDB yang dibentuk Najib pada 2009, dimaksudkan untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu pusat finansial, dan meningkatkan investasi pemerintah. Namun pamor badan ini terpuruk pada awal 2015 karena tak mampu membayar sekitar US$ miliar utangnya ke sejumlah bank dan instansi lain.

The Wall Street Journal melaporkan, pernah menyaksikan melihat dokumen yang melacak aliran dana US$700 juta ke rekening pribadi Najib. Namun, Najib tetap menyanggah menyalahgunakan dana 1MDB atau dana publik lainnya. Penanganan kasus korupsi di 1MDB yang melibatkan Najib, semakin intensif, sejak Mahathir Mohamad memenangkan Pemilu dan menumbangkan pemerintahan Najib Razak.



Mission News Theme by Compete Themes.