Press "Enter" to skip to content

Lelaki Jepang Lebih Suka Menikah dengan Boneka

Di Jepang Tren cinta sedang bergeser. Saat ini sebagian pria Jepang lebih suka pacaran, bercinta, hingga menikah dengan boneka atau anime virtual. Setiap tahunnya sekitar 2000 boneka silikon terjual di Jepang. Seorang pria di Jepang bahkan rela untuk meninggalkan anak dan istri demi hidup dengan boneka, kegiatan sehari-hari yang dilakukan dengan istrinya pun tergantikan oleh boneka.

 

Pernikahan dengan tokoh anime juga sedang booming di Jepang, tren ini berawal dari game “Living your Favorite Character”. Seorang karakter bernama Azuma Hikari bisa membangunkanmu di pagi hari, menyambutmu pulang kerja, hingga menonton tv bersama.

Perkembangan tren percintaan atau istri virtual ini tentu tidak bisa dilepaskan dari budaya dan teknologi animasi Jepang. Mereka yang awkward atau canggung secara sosial seperti mendapatkan kenyamanan sendiri di dunia online atau karakter game. Bahkan saking banyaknya pemuda Jepang yang memilih percintaan virtual, sampai ada perusahaan yang muncul dengan istri virtual berbentuk hologram.

Perusahaan teknologi Vinclu Inc. mengembangkan tabung proyektor khusus yang berisi tokoh hologram bernama Azuma Hikari. Hikari bisa membangunkanmu di pagi hari, menyambutmu kalau pulang kerja, dan menemanimu ngobrol semalam suntuk. Meski harganya sangat mahal, edisi pertama Hikari ini langsung terjual habis.

Budaya semacam itu yang menyebabkan angka jomblo naik pesat di Jepang. 40% jomblo nggak peduli lagi sama cinta-cintaan dengan lawan jenisnya. Mereka lebih memilih mengurung diri dalam kehidupan pribadinya. Ya kalau masih normal sih mungkin bukan masalah besar. Nah tapi kalau sudah berorientasi mencintai karakter animasi ini yang susah. Bagi para otaku yang hobinya menyendiri di kamar, pilihan asmara mereka jatuh pada karakter animasi yang mereka sebut dengan waifu (kata slang dari Jepang untuk menyebut istri).

Fenomena jatuh cinta pada pacar virtual ini semakin memperburuk kondisi jepang yang tengah memiliki masalah dengan para jomblo dan lajang di negaranya. Pada 2016 silam, angka kelahiran di Jepang terjun bebas hingga di bawah angka satu juta jiwa. Kalau pemudanya terus-terusan tertarik pada pacar virtual dan enggan menikah sungguhan, lama-lama populasi Jepang akan semakin berkurang dan hilang. (visualtv.com)

Mission News Theme by Compete Themes.