Tim Densus 88 Polri menangkap wanita terduga teroris di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII RT4 RW 9 Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (10/12) sekitar pukul 15.50 WIB. Wanita terduga teroris itu diketahui bernama Dian Yulia Novi. Di kamar nomor 104 itu pula Densus menemukan bom.
Dian ditangkap setelah sebelumnya Densus meringkus dua rekan prianya di bawah jalan layang (flyover)Kalimalang, Bekasi, pukul 15.40 WIB. Keduanya adalah Nur Solihin dan Agus Supriyadi. Bom yang rencananya akan diledakkan di Istana Kepresidenan itu diledakkan terlebih dahulu oleh Tim Densus 88 di rumah kos tersebut. Densus juga menyita mobil Toyota Agya bernopol B 1578 GFX yang digunakan kedua pria teroris.
Berikut kronologi penangkapan ketiga teroris tersebut:
1. Tim Densus 88 membuntuti Nur Solihi dan Agus Supriyadi dari Solo ke Jakarta. Keduany mengendarai mobil Toyota Agiya bernopol B 1578-GFX.
2. Setibanya di Jakarta, Nur Solihin menjemput Dian di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dian membawa sebuah kardus.
3. Selanjutnya Dian diantar ke kantor pos daerah Bintara untuk mengirim sebuah kardus.
4. Tanpa sepengetahuan mereka, paket tersebut diambil dan dibuka oleh anggota Densus. Isinya berupa pakaian dan surat wasiat Dian kepada kedua orangtuanya. Surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian untuk melakukan amaliyah (pelaku bom bunuh diri).
5. Dari kantor pos, Nur Solihin, Agus, dan Dian menuju rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi. Dian turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104. Lalu Nur Solihin dan Agus meneruskan perjalanan. Polisi membuntuti mereka.
6. Sekitar pukul 15.40 WIB, Nur Solihin dan Agus Supriyadi ditangkap di bawah flyover Kalimalang.
7. Sekitar pukul 15.50 WIB, Dian ditangkap di kamar kosnya. Tim Densus menemukan bom yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam.
8. Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Kepresidenan saat serah terima jaga Paspampres.
9. Pukul 19.15 WIB, bom diledakkan oleh Tim Jihandak Detasemen Gegana Brimob. Peledakkan dilakukan di rumah kos tersebut.
Sampai kini, Polri masih mendalami rencana tiga terduga teroris itu dan jaringan mereka. (Publica-news.com)
Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…
Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…