Arab Saudi beli peralatan rudal paling akurat dari AS

Arab Saudi setuju membeli peralatan teknologi peluru kendali paling akurat senilai $ 300 juta dari Amerika Serikat.

Seperti dikutip The Washington Times Jumat (10/2/2017), hal itu diungkap oleh sebuah sumber di Kongres AS. Sementara itu, seorang pejabat tinggi di Washington menjelaskan, ‘’Penjualan ini sangat penting bagi sekutu kami di Teluk yang menghadapi ancaman dari Iran,’’ tutur pejabat yang tak mau disebut namanya itu. ‘’Saudi dapat memberikan kontribusi melawan kelompok militan ISIS,’’ sambungnya.

 

Sejumlah pejabat tinggi di Washington DC juga mengungkapkan, negosiasi jual beli senjata juga tengah dibicarakan antara AS dan Pemerintahan Bahrain.

Itu sebabnya, Presiden Donald Trump tidak memasukkan Arab Saudi dan Bahrain ke dalam daftar cekal warga Arab dari tujuh negara Muslim. Hubungan perdagangan militer Arab Saudi dan AS berlangsung sejak lama dan menghasilkan transaksi miliaran dolar. Inggris, sekutu AS, juga tetap melakukan penjualan senjata ke negara-negara Arab.

Padahal menurut studi Cato Institute, sebuah pusat pemikiran AS, terdapat 40 kali aksi terorisme di AS yang terjadi antara tahun 1975 hingga 2015, dilakukan warga Saudi. Dari 19 tersangka pelaku Peristiwa 9/11 tahun 2001, lima belas orang di antaranya warga negara Saudi.

.

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 days ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago