Categories: DiasporaPolitics

‘Sehari Tanpa Imigran’ digelar di sejumlah kota Kamis 16 Februari 2017

Aksi massal ‘Sehari Tanpa Imigran’ digelar di sejumlah kota di AS, Kamis 16 Februari 2017, untuk memprotes aksi penggrebekan imigran tanpa dokumen yang dilakukan petugas imigrasi, ICE, pekan lalu. Juga menentang perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang melarang imigran Muslim dari 7 negara masuk ke AS. Perintah eksekutif itu kini ditangguhkan Mahkamah Agung AS.

 

Beberapa kota yang ikut berpartisipasi dalam aksi itu adalah Philadelphia, Washington DC, Boston an Austin, Texas, serta kota-kota lain. Sejumlah pengusaha kecil dan menengah menyatakan solidaritasnya terhadap aksi yang digelar beberapa karyawannya, yang mayoritas imigran asing. John Andrade pengusaha restoran di Washington DC akan menutup bisnis Kamis, 16 Februari 2017. Demikian juga David Suro, pemilik restoran Tequilas di Philadelpia dan imigran asal Mexico juga akan ikut berpartisipasi.

‘’Tujuan kami agar kriminalisasi terhadap komunitas kulit berwarna di Philadelphia dapat disorot media internasional,’’ kata Erika Almiron, direktur eksekutif Juntos, organisasi non-profit bagi komunitas Latino. ‘’Bila penggrebegan masih terus berlangsung, apa jadinya? Bagaimana wajah Philadelpia?’’ sambungnya.

Sementara itu, para imigran non dokumen asal Indonesia yang banyak berdiam di Philadelphia Selatan, tetap masuk bekerja. ‘’Salah-salah nanti ditangkap, jadi repot kita,’’ tutur seorang warga Indonesia yang bekerja di sebuah pabrik di Bristol. ‘’Lagian kita nggak dapat duit kalau nggak kerja,’’ sambungnya seraya menjelaskan ia dibayar $ 7,5 atau hampir Rp 100 ribu per jam.

Demikian juga Anita, berangkat ke pekerjaannya sebuah dry cleaner di kawasan Barat Philadelphia. ‘’Saya sih mau aman-aman ajalah,’’ kata Anita yang semalam menerima edaran lewat medsos dari seorang temannya di Washington DC. ”Teman saya minta agar tidak ikut-ikutan,” sambungnya.

.

Recent Posts

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 week ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

3 weeks ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

4 weeks ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

1 month ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

2 months ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 months ago