Profesor Allan Lichtman yang meramal kemenangan Presiden Donald Trump, kini menulis buku yang menyebut Donald Trump bakal dikenai dakwaan atau impeachment.
Majalah TIME melaporkan Selasa (21/2/2017), hal itu diungkapkan oleh Shelby Meizlik, jurubicara penerbit HarperCollins yang menerbitkan buku itu. “Beliau tidak lagi meramalkan jika Trump akan didakwa, tetapi tengah menentukan kapan hal itu terjadi,” ujar Shelby Meizlik.
Dalam buku barunya berjudul ‘The Case for Impeachment’, Profesor Allan Lichtman akan mengungkapkan argumentasinya tentang dakwaan atas Trump. Beberapa faktor yang mendukung ramalan itu, antara lain hubungan Trump dengan Rusia, “Dan potensi kepentingan pribadi menyangkut bisnisnya,” kata Shelby. Buku baru itu, dijadualkan akan beredar 18 April 2017 mendatang.
Ramalan tentang dakwaan Trump itu, ternyata pernah diungkapkan beberapa hari menjelang kemenangan Trump dalam pemilu presiden tahun 2016 lalu. Kepada harian The Washington Post, September silam, Allan Lichtman menjelaskan, prediksi tentang tuduhan Trump bukan berdasarkan sistem perhitungan yang digunakan saat meramal kemenangan Trump. “Saya menggunakan naluri. Banyak yang tak suka Trump jadi presiden karena mereka tidak mampu mengontrol Trump yang sulit ditebak,” ujar Allan Lichtman.
Tapi, menurutnya, rakyat AS suka pada Mike Pence. Wakil presiden AS itu rendah hati, konservatif dan mudah dikontrol. “Saya yakin, Trump akan mengorbankan seseorang untuk menangkal impeachment tersebut. Dia akan melakukan sesuatu yang membahayakan keamanan nasional atau menyelamatkan dompetnya,” tutur Allan Lichtman.
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…
Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…