Lima pejabat tinggi Korut dihukum mati dengan roket anti pesawat

Lima pejabat tinggi Korea Utara yang dikabarkan membuat marah Kim Jong-un, dihukum mati menggunakan  roket anti-pesawat.

Associated Press mengabarkan Senin (27/2/2017), kabar buruk itu dijelaskan pejabat tinggi Badan Intelijen Nasional, kepada sejumlah anggota parlemen Korsel. Lee Cheol Woo, salah seorang anggota parlemen menjelaskan, ‘’Lima pejabat tinggi itu dihantam roket anti-pesawat, setelah mengeksekusi Kim Wo Hong, kepala keamanan Korut karena terlibat korupsi, menyalah gunakan wewenang dan melakukan penyiksaan,’’ tutur Lee Cheol Woo.

 

Anggota parlemen Korsel itu tak dapat merinci, apa penyebab kemarahan Kim Jong-un. Yang pasti, kabar buruk ini terjadi pada saat Malaysia mengusut kematian Kim Jong Nam. Saudara tiri pemimpin Korut ini tewas terkena racun, yang disemprotkan dua perempuan di Bandara Kuala Lumpur pekan lalu. Satu di antara pelakunya adalah Siti Aisyah, warga Banten, Jawa Barat.

Pihak Korsel yakin, otak pembunuhan Kim Jong Nam adalah Kim Jong Un, pemimpin Korut yang konon tak mau saudara tirinya bakal menggantikannya. Kim Jong Nam yang hidup di pengasingan di Macau, China, bakal menggantikan Kim Jong Un, yang bakal digulingkan lewat kudeta diam-diam para pembantu militernya. Sejak berkuasa akhir tahun 2011, Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sejumlah pejabat tingginya. (DP)

.

Recent Posts

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 days ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

1 week ago

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

2 months ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

2 months ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

2 months ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

2 months ago