Categories: DiasporaPolitics

Jenggot dan jilbab dilarang di Xinjiang, China

Pemerintah China menerapkan sekitar 15 peraturan baru di Provinsi Xinjiang, untuk melawan kaum ‘ekstrimis agama’.

Mashable.com melaporkan Jumat (31/3/2017), peraturan baru itu melarang penduduk Xinjiang yang mayoritas Muslim, mengenakan atribut berbau agama. Termasuk di antaranya, penduduk lelaki dilarang memelihara jenggot, dan kaum perempuan dilarang mengenakan cadar di tempat umum.

 

Ke-15 aturan baru itu juga diberlakukan bagi para pekerja di tempat umum. Selain itu, parlemen China juga mengatakan pada warga China agar tidak menolak kehadiran berbagai alat elektronik, seperti radio, televisi dan fasilitas umum lainnya. Bagi mereka yang mempengaruhi warga lain untuk melakukan kegiatan agama tertentu, bakal dihukum.

Provinsi Xinjiang merupakan kawasan pusat Muslim di China, dengan populasi 8 juta warga Uighur, etnis Turkik yang acapkali terlibat konflik dengan Suku Han. Menurut Wikipedia, etnis Turkik bukanlah warga Turki. Etnis yang tersebar di sejumlah kawasan seperti di Azerbaijan, Balkar, Crimea Karachay, Kazakhs, Turmenistan dan lainnya. Populasi etis Turkik di China mencapai 11 juta lebih.

Meski Pemerintah Beijing menerapkan perlakuan diskriminasi bagi warga Uighurs, namun Pemerintahan Presiden Xi Jinping tetap menekankan, Beijing melindungi hak-hak agama dan kelompok minoritas. Pada tahun 2014 lalu, Pemerintah Xinjiang menerapkan larangan bagi penduduk yang berjenggot dan wanita berhijab naik bis dan transportasi umum lainnya.

.

Recent Posts

Perempuan dan Masa Depan Diplomasi

Diplomasi modern tidak lagi sekadar soal perundingan antarnegara atau penandatanganan perjanjian internasional. Di era yang…

6 days ago

Wajar Bukan Berarti Benar

Seorang teman menangis tergugu. Pernikahan putra satu-satunya batal. Sekilas, penyebabnya tampak sederhana. Calon pengantin perempuan…

1 week ago

Anak Jaksel Berkarier di The New York Times

Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…

3 weeks ago

40 Hari Mengenang James F. Sundah, Beasiswa Riset Hak Cipta Diluncurkan

Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…

4 weeks ago

Cerita Chef Diaspora Bikin Kuliner Nusantara Mendunia

Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…

4 weeks ago

Diaspora Global Summit 2: Dari Brain Drain Menuju Brain Gain

Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…

1 month ago