Kota Riyadh bakal punya Pusat Rekreasi Mewah tahun 2020

Kerajaan Arab Saudi akan membangun sebuah kota tempat plesir seperti Las Vegas di Riyadh, ibukota Arab Saudi. The Independent melaporkan Selasa (9/5/2017), kota yang dibangun oleh Yayasan Investasi Saudi sebagai investor utamanya itu, diperkirakan akan dimulai awal tahun 2018 dan tahap pertama bakal rampung sebelum tahun 2020.

 

‘’Insha Allah, kota itu akan menjadi tonggak kebudayaan penting, dan menjadi pusat hiburan generasi mendatang. Dan pusat kebudayaan dan sosial Kerajaan Saudi,’’ kata Pangeran Mohammad bin Salam Al Saud, putra mahkota Kerajaan Arab Saudi.

Kota seluas 334 kilometer persegi itu diperkirakan 50 kali lebih besar dari Gibraltar, milik Inggris yang berlokasi di Spanyol. Di kota itu dibangun taman safari dan taman bermain Six Flags, lengkap dengan permainan roller-coaster mutakhir. Tahun lalu, direktur eksekutif Six Flags Jim Reid-Anderson menyatakan pihaknya hendak membangun tiga taman bermain di Arab Saudi, yang masing-masing dibangun dengan dana $ 300 juta hingga $ 500 juta.

Pusat rekreasi tersebut dibangun sebagai bagian dari program reformasi Vision 2030 Arab Saudi yang diprakarsai Pangeran Mohammad bin Salam Al Saud. Program visi 2030 itu antara lain mencanangkan, Arab Saudi akan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Belum jelas bagaimana bentuk pusat rekreasi yang akan dibangun di kawasan Arab yang kental dengan aturan sosial dan agama Islam itu. Minuman beralkohol dilarang dijual di tempat rekreasi itu, juga cara berpakaian dan tempat duduk di gedung-gedung bioskop yang memisahkan antara penonton pria dan perempuan. Bagaimanapun, pusat rekreasi Riyadh itu tampaknya khusus diperuntukkan bagi warga Muslim di Timur Tengah dan kawasan lain.

.

Recent Posts

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

21 hours ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

3 days ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

6 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago