Categories: DiasporaPolitics

Testimoni James Comey Ancam Posisi Donald Trump

Bekas Direktur FBI James Comey akan menggelar testimoni tentang pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di depan Komisi Intelijen Senat, Kamis (7/6/2017).

Media massa AS meramalkan langkah Comey itu akan membuat Trump bakal tersandung. Bahkan banyak yang memperkirakan orang nomor satu AS itu akan dimakzulkan dan akan bernasib sama dengan mendiang Presiden Richard Nixon akibat Skandal Watergate.

 

Sehari sebelum memberikan testimoni, Comey menerbitkan pernyataan tertulis Rabu (6/6/2017).  Pernyataan seputar pertemuan dengan Donald Trump di Gedung Putih pada 27 Januari silam itu, Comey mengungkap peristiwa yang menjadi perhatian nasional AS. ‘’Presiden dan saya makan malam di Gedung Putih 27 Januari sekitar pukul 18.30 di Ruang Hijau Gedung Putih. Dia yang mengundang saya makan malam, siang hari sebelumnya’’ tulis pernyataan tersebut.

Ternyata hanya saya berdua dengan presiden, duduk di sebuah meja bundar di tengah Ruang Hijau. Dua pengawal dari Angkatan Laut AS hanya masuk ke ruangan, untuk mengantar minum dan makan kami. Awalnya presiden menanyakan apakah saya masih mau menjabat sebagai Direktur FBI. Saya nilai pertanyaan itu aneh. Lalu ia menjelaskan, banyak orang yang ingin menjabat posisi itu. Saya jelaskan, saya mencintai tugas itu.

Presiden lantas mengatakan ‘’Saya butuh kesetiaan. Saya ingin kesetiaan,’’ kata Trump. Saya tidak berkata apapun, dan mengubah ekspresi wajah saya. Kami hanya diam dan saling berpandangan.

Pertemuan selanjutnya terjadi 14 Februari 2017, ketika Presiden memberikan brifing tentang anti-terorisme kepada sejumlah pejabat intelijen. Saat pertemuan hampir usai, presiden ingin bicara dengan saya. ‘’Saya ingin bicara tentang Michael Flynn (bekas penasehat nasional Gedung Putih yang dipecat karena berhubungan dengan Rusia) ‘’. Lalu Trump bicara soal lain, dan kemudian membicarakan lagi soal Flynn. ‘’Dia orang baik. Saya berharap pengusutan atas dirinya diberhentikan saja,’’ kata Trump.

Permintaan itu tidak dijawab oleh Comey, sehingga Trump menelepon lagi dalam beberapa kesempatan lain lewat telepon. ‘’Presiden menanyakan apa yang saya lakukan agar dirinya bisa ke luar dan tidak diusut. Saya jawab, hal itu telah saya sampaikan ke pejabat sementara Deputi Jaksa Agung.

 

Pihak Gedung Putih sebaiknya mengontak pejabat di Departemen Kehakiman. Sebaiknya Gedung Putih juga mengontak Pihak Kejagung.’’ Presiden kemudian menambahkan hal itu akan dilakukan. ‘’Saya sangat loyal ke anda. Sangat loyal. Kita tahu kita punya ‘’sesuatu’’ kan?’’ kata Trump. Saya tidak tanya apa yang dimaksudkan itu. Itulah percakapan terakhir saya dengan Presiden Trump.

.

Recent Posts

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

16 hours ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

3 days ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

6 days ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

3 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

4 weeks ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

2 months ago