Saat aksi Koalisi Pejalan Kaki di kawasan Jalan kebon sirih, Jakarta, dua pengendara sepeda motor marah dan emosional, saat diminta untuk berkendara ke jalan yang benar. Dengan nada ancaman dan di luar batas, mereka berdebat adu argumen. ‘’Namanya berkendara di jalan raya, kemacetan adalah resiko yang harus dinikmat. Kalau tidak mau macet ya jalan kaki,’’ tutur anggota Koalisi Pejalan Kaki.
Pejalan kaki tak bisa menikmati fasilitas trotoar di kawasan Ring Satu. Penegakan hukum masih mandul, hanya sejumlah ancaman yang dialami para pejalann kaki, terutama penyandang disabilitas. Kapan penegakan hukum hadir untuk membenahi hal seperti ini?
Ditunggu aksi penegakan hukum di negeri ini untuk pelanggaran sejenis ini.
Pejalan kaki hanya ingin berjalan kaki dengan aman. Alasan mencari nafkah yang diajukan pengedara sepeda motor, tak dapat diterima dengan akal sehat, mengingat nafkah bisa dicari menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. Bukan di trotoar.
Salam
Koalisi Pejalan Kaki | @trotoarian
Lahir dari ayah Amerika dan ibu Panama, Nick Swyter tumbuh besar di Jakarta, menjelajahi jalan-jalan…
Empat puluh hari setelah kepergian komposer dan pencipta lagu legendaris Indonesia, James Freddy Sundah, sebuah…
Membincangkan kuliner Nusantara memang tak pernah ada habisnya. Menariknya, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi…
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…