Saat aksi Koalisi Pejalan Kaki di kawasan Jalan kebon sirih, Jakarta, dua pengendara sepeda motor marah dan emosional, saat diminta untuk berkendara ke jalan yang benar. Dengan nada ancaman dan di luar batas, mereka berdebat adu argumen. ‘’Namanya berkendara di jalan raya, kemacetan adalah resiko yang harus dinikmat. Kalau tidak mau macet ya jalan kaki,’’ tutur anggota Koalisi Pejalan Kaki.
Pejalan kaki tak bisa menikmati fasilitas trotoar di kawasan Ring Satu. Penegakan hukum masih mandul, hanya sejumlah ancaman yang dialami para pejalann kaki, terutama penyandang disabilitas. Kapan penegakan hukum hadir untuk membenahi hal seperti ini?
Ditunggu aksi penegakan hukum di negeri ini untuk pelanggaran sejenis ini.
Pejalan kaki hanya ingin berjalan kaki dengan aman. Alasan mencari nafkah yang diajukan pengedara sepeda motor, tak dapat diterima dengan akal sehat, mengingat nafkah bisa dicari menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. Bukan di trotoar.
Salam
Koalisi Pejalan Kaki | @trotoarian
Panggil saja ia Kembang. Gadis belia asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu menyimpan…
Lebih dari 1.000 pernikahan diduga direkayasa dalam jaringan penipuan imigrasi lintas negara. Dari pesta pernikahan,…
Kegiatan Kereta kencana yang membawa turis berkeliling di Time Square Garden, New York akan berhenti…
Program undian Kartu Hijau atau Green Card dibuka kembali oleh Pemerintah AS. Mulai 29 Oktober 2026,…
Di tengah tekanan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan layak di Indonesia, impian bekerja…
Sekitar 500 ribu warga India berprofesi sebagai ahli komputer sedang resah. Semua ini gara-gara pernyataan…