Seorang penyanyi Saudi bernama Abdallah Al Shaharani ditangkap pihak berwajib karena berjoget ‘’dab’’ setelah menyanyikan sebuah lagu dalam sebuah festival musik di Kota Taif, Arab Saudi.
International Business Times mengabarkan Kamis (10/8/2017), dalam video yang beredar luar di linimasa, usai menyanyi Al Shaharani meletakkan mikrofon kemudian menari ‘’dab’’. Penonton pun bersorak gembira melihat ulah penyanyi pria berwajah imut itu. Buntutnya, Al Shaharani yang mengenakan gamis putih dan penutup kepala merah putih itu, ditangkap polisi.
Sekretaris Jenderal Komisi Penanggulangan Obat Bius, Abdul-Ella Al Sharif menyesalkan tindakan penyanyi muda tersebut. ‘’Joget dab berlawanan dengan strategi nasional membasmi narkoba,’’ kata Abdul-Ella. Karena itu, siapapun yang mencoba menari gerakan-gerakan yang mendorong penggunaan obat bius harus ditangkap,’’ sambungnya. Abdul-Ella tak lupa menjelaskan bahwa pihaknya melarang tarian dab karena berkaitan dengan narkoba dan ganja.
Joget Dab memang erat dengan narkoba. Tarian yang diperkenalkan oleh Penyanyi Rapper Skippa da Flippa dalam lagu ‘How Fast Can You Count it’ itu terdiri dari gerakan sederhana saja. Diiringi lagu rap, penari akan menundukkan kepalanya di atas lengannya, sedangkan tangan lainnya menunjuk seperti orang memanah. Tarian itu menjadi fenomena dunia, bahkan dilakukan oleh tokoh-tokoh kondang dunia seperti Hillary Clinton, bekas Menlu AS dan Paul Ryan, Ketua Parlemen AS.
Dalam Twitternya yang diunggah Ahad lalu, Abdallah Al Shaharni menyatakan maafnya. ‘’Saya minta maaf kepada pemerintah dan para penonton, atas sikap spontan saya di Festival Musik Taif. Mohon permintaan maaf saya diterima,’’ tulis penyanyi Saudi tersebut. Banyak yang mendukung jogetnya, tapi banyak pula yang mengecamnya. ‘’Apa nggak tahu, dia sama halnya menantang Pemerintah Kerajaan Saudi,’’ tulis salah seorang yang anti Abdallah dalam Twitternya.
Dalam era globalisasi, jutaan warga Indonesia tersebar di berbagai negara sebagai pelajar, akademisi, profesional, pengusaha,…
Sekitar 237 orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong di AS, bisa bernafas sedikit lega.…
Datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya bukan hanya soal mengejar mimpi. Bagi banyak pendatang…
Komunitas Indonesia di Philadelphia kembali berduka. Nathali, seorang perempuan diaspora Indonesia berusia 72 tahun, meninggal…
"Saya tidak hanya kehilangan uang. Saya kehilangan kepercayaan kepada orang-orang yang saya anggap keluarga." Kalimat…
oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…