Model dan Wartawati Rusia Calonkan diri jadi Presiden Rusia

Ksenia A. Sobchak, seorang wartawati Rusia menyatakan diri ikut mencalonkan diri Rabu (18/10/2017), untuk ikut serta dalam pemilihan presiden Rusia tahun depan. The New York Times mengabarkan, Ksenia A. Sobchak dinyatakan lewat YouTube dan sebuah surat yang dimuat di Harian Bisnis Rusia Vedomosti.

Dalam awal kampanye itu, Ksenia, 35, menyatakan diri sebagai kandidat bagi mereka yang ditolak karena status quo. ‘’Jika kalian ingin menunjukkan aktivitas anda, atau kandidat anda tidak boleh ikut pemilu, dan tidak ada calon lain yang layak, maka pilihlah Ksenia Sobchak,’’ tulisnya di harian bisnis itu. ‘’Kalian telah menggunakan kesempatan dan hak anda secara damai. Cukup deh! Saya sudah muak dengan semua itu,’’ teriak Ksenia.

Perempuan muda yang dijuluki Paris Hilton Rusia itu punya 5,2 juta pengikut di YouTube. Wartawati berusia 23 tahun itu, adalah putri Anatoly A. Sobchak, bekas walikota St. Petersburg yang tewas saat berkampanye untuk Presiden Vladimir Putin, tahun 2000. Dalam wawancaranya dengan TV Rain atau Dozhd, sebuah stasiun televisi oposisi, Ksenia mengaku tertarik setelah melihat wawancara Putin tentang ayahnya. ‘’Dia bilang setiap orang bisa mengeluarkan putusannya, dan bertanggung jawab juga,’’ kata Ksenia. ‘’Tapi dia tidak begitu suka dengan keputusan saya mencalonkan diri,’’ ujarnya.

Banyak pengamat politik menilai Ksenia Sobchak belum dewasa dan hanya ingin populer saja. Dmitri S. Peskov, jurubicara Presiden Putin menggambarkan perempuan berwajah cantik itu penuh talenta. ‘’Ada kemungkinan dia bisa dikenal lewat pencalonan kali ini. Tapi politik berbeda dengan dunia jurnalis dan dunia model. Sangat jauh berbeda,’’ kata Dmitri menangapi Ksenia Sobchak.

Maklum, perempuan berusia 35 tahun itu, lebih banyak tampil sebagai orang kaya ketimbang politikus. Selain sering tampil di linimasa, Ksenia yang baru saja punya bayi itu, sering tampil di pagelaran mode di Paris, atau latihan Yoga, di atas kapal pesiar mewah dan restoran mahal. ‘’Dia belum jadi politikus yang tangguh,’’ kata pengamat lain.

Sementara itu, tokoh oposisi Alexei Navalny yang hingga kini masih dipenjara belum memberi komentar. Namun Leonid Volkov, jurubicaranya menyatakan pencalonan Ksenia Sobchak tak lebih hanya gurauan saja. ‘’Lebih baik tetap jadi bahan gurauan saja,’’ tulisnya di Facebook. ‘’Atau apalah sebutannya, yang nantinya bisa jadi sebuah cerita yang sangat bodoh,’’ tulis Leonid Volkov.

.

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

3 weeks ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

3 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

4 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

1 month ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

1 month ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago