Julian Assange Urung Bebas dari Kedubes Ecuador

Julian Assange, pendiri Wikileaks masih harus berada di Kedubes Ecuador di London, karena hakim Inggris menolak upaya bandingnya agar terbebas dari perintah penahanan oleh polisi Inggris.

Kantor Berita Associated Press mengabarkan Rabu (7/2/2018), penolakan itu dikeluarkan Hakim Emma Arbuthnot yang mengadili kasus tersebut. ‘’Saya tidak bisa dibujuk agar perintah penahanan itu dicabut,’’ katanya kepada para pengacara dan wartawan yang berkumpul di Pengadilan Westminster. Dengan demikian Julian Assange, masih harus berada di dalam Kedubes Ecuador.

Sebab bila pendiri Wikileaks itu keluar dari wilayah Kedubes Ecuador, Julian Assange, bakal diciduk oleh polisi Inggris gara-gara tuduhan pelecehan seksual yang terjadi di Swedia tahun 2012 lalu. Akhir tahun lalu, pihak kejaksaan Swedia membatalkan tuduhan itu karena menganggap tidak ada harapan lagi untuk membawa Julian ke Swedia. Namun bagi Inggris, Julian masih dinyatakan bersalah, karena mengingkari jaminan yang pernah diberikan pemerintah Inggris agar tidak melarikan diri. Ternyata Julian melarikan diri dan berlindung di Kedubes Ecuador.

Hakim Emma Arbuthnot menambahkan, bila Julian Assange ingin perintah penangkapan itu dicabut, maka ia harus menyerahkan diri ke Pemerintah Inggris, dan menghadap pengadilan untuk mempertahankan alibinya. Hakim Emma juga memberi kesempatan bagi para pengacara Assange untuk mempertahankan argumentasinya, walaupun tanpa dihadiri sang tertuduh. ‘’Hasilnya akan diumumkan sekitar 13 Februari mendatang,’’ kata Hakim Emma Arbuthnot.

Meski Julian Assange menang dan bebas nantinya, ada satu jerat hukum yang harus dilepaskan. Yakni, Julian Assange dituduh menerbitkan rahasia negara oleh Pemerintah AS. Artinya, Julian Assange tetap akan diekstradisi ke AS oleh Pemerintah Inggris bila hal itu terjadi.

Sementara itu, Pemerintah Ecuador tampaknya sudah merasa lelah dengan kasus berkepanjangan ini. Ecuador memberi status warganegara kepada Julian Assange agar dapat dibebaskan dan dikirim ke Ecuador, dengan cara memberinya visa diplomatik. Namun Inggris menolak permohonan visa diplomatik yang diajukan Ecuador.

.

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

4 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

6 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

3 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago