FBI usut Ivanka Trump soal Trump Skyline, Vancouver, Canada

Biro Investigasi Federal, FBI tengah mengusut Ivanka Trump, karena melakukan transaksi bisnis dengan negara asing beberapa hari setelah Donald Trump, ayahnya menjadi presiden AS.

Dalam laporan eksklusifnya, CNN mengabarkan Kamis (1/3/2018), Ivanka diduga keras memberikan izin penggunaan namanya oleh Joo Kim Tah. Pengusaha dan Taipan kondang Malaysia, pemilik perusahaan Holborn Company ini membangun dan memiliki Trump Skyline, di Vancouver, Canada.

Seperti umumnya properti lain di dunia, nama Trump hanya digunakan sebagai lisensi. Tapi, kali ini FBI menemukan keanehan. Ivanka Trump ternyata dijadikan sebagai nama tempat kebugaran dan spa di gedung pencakar langit itu. Hal itu terjadi pada bulan Februari 2017, tak lama setelah Presiden Trump menduduki Gedung Putih.

Gara-gara nama Ivanka itulah, Trump Skyline semakin berkibar namanya, karena 147 guest house dan 21 apartemen mewahnya ludes diborong para pengusaha dunia. Proyek raksasa bernilai $ 360 juta itu pun habis terjual, sehingga Joo Kim Tah mengeruk keuntungan. Sebagai imbalan, Joo Kim Tah, diduga memberikan uang tanda jasa atau royalti sebesar $ 5 juta kepada Ivanka lewat Trump Organization. Juga biaya  manajemen sebesar $ 21.500.

Tentu saja akal-akalan bisnis seperti itu dilarang. Sebab Ivanka Trump yang menjadi salah satu penasehat Presiden Trump dilarang melakukan transaksi apapun karena dianggap melanggar etika pejabat politik. Tidak seperti di Indonesia atau negara lain, seorang pejabat dilarang berbisnis atau keluarganya harus melepaskan bisnisnya. Lebih-lebih dengan pihak asing, karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi keputusan politik.

Dalam laporan eksklusif itu, CNN mengungkapkan Joo Kim Tah membicarakan rencana pendirian Trump Skyline itu dengan Ivanka pada Oktober 2015 lalu. ‘’Dalam pertemuan itu, hanya saya dan Ivanka yang membicarakan proyek yang dikenal dengan nama Trump Luxe,’’ tutur Joo Kim Tah. Pengusaha Malaysia ini bahkan menguraikan secara rinci, jalannya pertemuannya di ruang rapat yang digunakan Donald Trump untuk acara televisinya The Apprentice. ‘’Sampai-sampai disain dan visinya kami bicarakan sama-sama, dan tidak ada yang terlewatkan,’’ kata Joo Kim Tah.

Meski dihadapkan bukti itu, pihak Ivanka Trump masih membantah. ‘’CNN keliru dan mengungkap laporan yang tidak benar mengenai hal itu,’’ kata Peter Mirijanian, jurubicara tim pengacara Ivanka. ‘’Tidak ada kebijaksanaan Gedung Putih yang berubah. Semua tindakan Ivanka Trump masih sama seperti dahulu, saat pertama kali diangkat menjadi pejabat dan penasehat Presiden Trump,’’ sambung Peter Mirijanian.

 

.

Recent Posts

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

13 hours ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

7 days ago

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 month ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

1 month ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 month ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

2 months ago