Categories: Diaspora

Ribuan Rumah Musnah Akibat Kebakaran Hutan California

Proses evakuasi korban kebakaran hutan di Paradise, California masih berlanjut pada Minggu (11/11/2018) sore waktu setempat. The Camp Fire yang terjadi sejak Kamis pagi ini dinobatkan sebagai kebakaran dengan kerusakan terbesar dalam sejarah California. Pasalnya, dilansir dari Mercurynews.com, kebakaran tersebut menghancurkan setidaknya 6.435 rumah dan lebih dari 200 bangunan komersial.

Minggu sore, jumlah korban tewas bertambah enam orang dan telah dikonfirmasi, sehingga total korban sejauh ini 29 jiwa. Karena kebakaran terjadi sejak Kamis pagi, sejumlah keluarga telah menelepon rumah sakit, mencari tempat penampungan Palang Merah dan memposting foto orang yang mereka cintai secara online.

Bahkan aktor James Wood ikut berpartisipasi dengan me-retweet dan memasang tagar untuk mempermudah dalam update informasi.Ketika mengadakan pertemuan komunitas yang disiarkan langsung dengan penegak hukum dan petugas pemadam kebakaran di Cal State Chico pada Sabtu malam, seorang pria di hadirin memohon kepada hadirin. “Saya mencari ibu saya, Barb Allen, saya berharap dia mendengarkan, atau saya berharap dia ada di sini,” katanya. “Barbara Allen – jika ada yang melihatnya,” ucapnya memperjelas nama ibunya.

Kantor Butte County Sheriff sedang menyiapkan laboratorium DNA keliling bagi kerabat untuk memberikan sample rambut untuk dicocokkan dengan sisa-sisa tubuh korban. Hollie Weeks khawatir neneknya, janda 78 tahun, Marie Wehe, ada di antara mereka. Dia tinggal di Concow, dekat dengan titik awal kebakaran di timur laut Paradise, tempat empat mayat ditemukan tetapi tidak bisa diidentifikasi. Keluarga belum mendengar kabar darinya sejak malam sebelum kebakaran.

Di sekitar TKP, 10 tim pencari dan pemulihan dari kantor pemeriksa mayat bersama dua tim mahasiswa pascasarjana dari Cal State Chico dan Universitas Nevada, Reno berkeliling dari satu titik ke titik yang lain, Minggu (11/11/2018) waktu setempat. Tim ketiga, dari Las Vegas, dijadwalkan tiba pada hari Senin.

“Ini cukup dramatis dan dekat dengan rumah,” kata Eric Bartelink, seorang profesor di departemen antropologi Cal State Chico, yang mengelola “laboratorium identifikasi manusia. Kami memiliki teman dan kerabat yang terkena api dan kami tahu ada banyak korban jiwa. Kami di sini untuk membantu dan memberikan penutupan bagi keluarga,” lanjutnya. (Tribunnews.com)

 

.

Recent Posts

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

4 days ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

6 days ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

1 week ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

2 weeks ago

Indonesia Tak Masuk Daftar 75 Negara yang Kena Pembatasan Visa Imigran Trump

Kebijakan yang sempat menghentikan penerbitan immigrant visa bagi warga 75 negara akhirnya dibatalkan hakim federal…

3 weeks ago

Kisah Piping Si Pemburu Ombak

Apa yang dirisaukan para peselancar? Jawabnya pasti, ”Tak ada ombak besar!” Semakin ganas ombak, adrenalin…

4 weeks ago