Categories: Economy

Aliran Air Minum ke Gedung Putih Terancam Dibekukan karena Nunggak

Aliran air minum ke Gedung Putih terancam dibekukan karena Departemen Keuangan tak bersedia membayar tagihan air bersih bernilai total $ 16,5 juta. ”Kami tak mau membayar tagihan yang besarnya $ 5 milyar,” bunyi penjelasan resmi yang didapat Radio NPR.

Kasus itu terungkap saat para pejabat tinggi Perusahaan Daerah Air Minum District of Columbia, PDAM DC menggelar rapat 3 Januari 2019 lalu. Dalam pertemuan itu Tom Wells, Kepala PDAM menanyakan, kira-kira siapa yang banyak menunggak sehingga kita bisa putus aliran airnya? tanya Wells. Salah satu peserta rapat langsung menjawab: ”Ya gedung yang terletak di 1600 Pennsylvania Avenue,” katanya disertai gelak tawa. Itu adalah alamat Istana Kepresidenan AS, Gedung Putih.

 

Radio NPR Washington DC menambahkan, ketentuan hukum di ibukota AS memungkinkan pihak PDAM untuk memutuskan aliran air bagi pelanggan yang nakal setelah 30 hari jika tagihan tidak dibayar. Aliran air bersih akan dibuka kembali setelah 60 hari pembayaran diterima. ”Bisa dibayangkan kan?” kata Vincent Morris jurubicara pihak PDAM. ”Kami tidak sering lakukan hal itu, tapi itu merupakan langkah terakhir. Kami sebenarnya tidak mau melakukannya tapi bagaimana lagi,” lanjutnya.

Morris menambahkan, untuk kasus yang menyangkut badan-badan pemerintah pusat atau federal, biasanya Kantor Pelayanan Umum AS akan membayar tagihan yang tertunggak. Hal itu pernah terjadi ketika Kantor Pos Lama yang terletak di Trump Hotel di DC, dibuka kembali setelah menunggak biaya operasional.

Tapi, ”Jika tunggakan air minum mencapai $ 20 juta, kita harus berunding lagi bagaimana langkah yang akan diambil,” timpal Matthew Brown, Direktur Keuangan PDAM setempat. ”Bisa saja aliran air di Gedung Putih dibekukan,” sambung Matthew Brown. ”Masalah seperti itu bisa dirasakan sejak setahun sebelumnya,” tambahnya lagi.

Apakah pihak PDAM bisa melayangkan surat peringatan keras kepada pihak Gedung Putih, sebagai upaya menagih piutang? ”Boleh juga idenya,” kata Vincent Morris jurubicara perusahaan air tersebut. ”Air bersih kan kebutuhan semua orang,” katanya. ”Tidak seorang pun yang tidak butuh air kan?” ujarnya menutup pembicaraan. (DP).

.

Recent Posts

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

3 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

4 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

6 days ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

1 week ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

1 month ago