Categories: AchievementPolitics

Senjata Berlapis Emas dari Pakistan Bagi Pangeran Mohammad Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman diberi hadiah senjata otomatis berlapis emas, saat berkunjung ke Pakistan Senin 19 Februari 2019.

Senjata otomatis merk The Hecler & Koch MP 5 itu diberikan oleh delegasi anggota parlemen Pakistan yang dipimpin Ketua Senat Sadiq Sanjrani. Selain itu, Pangeran Salman juga diberi hadiah potret diri Putra Mahkota Arab Saudi tersebut.

 

CNN melaporkan, pemberian hadiah senjata otomatis itu dinilai janggal. Sebab biasanya seorang kepala negara diberi hadiah cerutu atau sebotol anggur sebagai cindera mata. Apalagi, senjata otomatis it diberikan di tengah kontroversi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan Saudi yang terbunuh di dalam Gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Lawatannya ke Pakistan kali ini, merupakan kunjungan kenegaraan Pangeran Salman ke sejumlah negara Asia. Mohammad bin Salman, dikenal dengan singkatan MBS, juga diberi penghormatan tembakan salvo 21 kali saat tiba di Islamabad. Dalam kunjungannya ini, MBS menanda tangani sumbangan bernilai $ 20 miliar ke Pemerintahan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.

Setelah dua hari berada di Pakistan, MBS akan terbang ke New Delhi, India dan China. Dalam kunjungannya ke India, Pangeran Salman akan berbagi informasi intelijen untuk memerangi terorisme dan menanam sejumlah investasi di negara yang dipimpin PM Narendra Modi.

Kemudian Pangeran Salman akan berkunjung ke Beijing, China dan bertemu dengan PM China Xi Jinping. Dalam pertemuan dengan orang nomor satu China itu, MBS akan membahas kerjasama perdagangan China’s One Belt, One Road Trade dan inisiatif infrastruktur. Juga Visi MBS tahun 2030 mendatang. Ekspor Saudi ke China mencapai $ 46 miliar pada 2018 silam. (DP).

.

Recent Posts

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 week ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

3 weeks ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

4 weeks ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

4 weeks ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

2 months ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 months ago