Seorang karyawan rumah kremasi di Wuhan, China mengaku diperintahkan pejabat setempat untuk segera membakar jenasah para korban virus Corona yang meninggal dunia. ”Kami butuh 100 kantong plastik setiap hari,” tutur karyawan bernama Yu kepada Epoch Times.
Video dramatis dari Wuhan yang beredar di media sosial menunjukkan para pekerja yang panik dan penduduk kota yang tak mau diangkut ke rumah sakit Wuhan. Para petugas kesehatan dan polisi mengejar penduduk Wuhan di jalanan dan memasukkan mereka yang dianggap terpapar virus Corona ke atas ambulans.
Sejauh ini tercatat 37 ribu kasus virus Cona ditemukan di seluruh dunia. Tercatat 815 orang tewas terserang virus mematikan itu. Sejumlah negara telah melarang warga China masuk, di antaranya AS dan Canada. Ada kabar sebentar lagi Singapura akan menutup pintu masuk bandaranya bagi para warga asing.
Gara-gara virus Corona, banyak warga Barat yang mengalami phobia bila berdekatan dengan orang Asia. Untuk itu, aktor Michael Tow dan produser Teja Arboleda memproduksi sebuah video pendek yang isinya mengkritik sikap phobia itu. Dalam videonya berjudul ‘Coughing While Asia’, Michael batuk-batuk di tempat kebugaran, atau di dalam lift dan tempat-tempat umum lainnya.
”Kita ingin tunjukkan betapa konyolnya ketakutan yang berlebihan itu,” tutur Michael Tow. ”Virus itu memang berbahaya, tapi virus flu telah membunuh lebih banyak orang,” lanjutnya. (DP)
Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…
Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…
Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…
Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…