Pemerintahan Presiden Trump Tidak Perpanjang Visa Wartawan VOA

Puluhan wartawan Voice of America, VOA tidak akan diperpanjang lagi visa kerjanya. Stasiun televisi dan radio yang berada di bawah kementerian luar negeri AS itu, ”Tidak akan memperpanjang izin kerja wartawannya yang berasal dari berbagai negara, begitu habis masa berlakunya,” tulis stasiun radio NPR News.

 

Dalam penjelasannya, Michael Pack, CEO Agency for Global Media, yang membawahi VOA, mengungkapkan bahwa ia tidak menyetujui perpanjangan visa wartawan.

”Sungguh mengerikan,” tutur Matt Armstrong, mantan dewan pengawas the Broadcasting Board of Governors, yang membawahi VOA dan media lainnya. ”Tampaknya banyak yang teraniaya, bahkan banyak yang menderita,” lanjut Matt Armstrong kepada radio NPR news.

Bahkan menurut salah seorang wartawan asing di VOA, sekitar 100 orang staf dan ahli bahasa asing bakal terancam posisinya. Termasuk di antaranya Bay Fang, mantan Kepala Radio Free Asia, salah satu radio yang berada di bawah Broadcasting Board of Governors.

Bagaimana dengan VOA Indonesia yang memiliki 36 staf dan 10 pegawai tidak tetap? Sampai akhir pekan lalu, radio dan televisi VOA Indonesia masih menyiarkan tayangan radio dan televisi secara rutin. Sejumlah wartawannya di AS dan perwakilannya di Indonesia beranggotakan 1 direktur dan tiga staf serta 8 koresponden masih aktif bekerja.

Michael Pack, dinominasikan menjadi CEO International Broadcasting Agency oleh Presiden Trump sekitar dua tahun lalu. Baru bulan lalu Michael Pack, pembuat film dokumenter teman dekat Trump itu disetujui Senat. Juni silam, Michael Pack membubarkan Radio Free Europe/Radio Liberty, Office of Cuba Broadcasting, dan Middle East Broadcasting Networks serta beberapa lainnya.

Michael Pack, CEO International Broadcasting Agency.

Sebelumnya, Presiden Trump banyak dikritik oleh VOA. April lalu, Amanda Bennett, direktur VOA dianggap terlalu menyuarakan China seteru AS. Tak lama kemudian Amanda Bennet pun mengundurkan diri.

Belum jelas bagaimana Michael Pack akan mengelola penampilan VOA yang berdiri sejak 1942 dan disiarkan menggunakan lebih dari 40 bahasa dan menjangkau 280 juta pemirsa dan pendengar. Termasuk VOA Indonesia yang kini menjangkau 26 juta pendengar dan pemirsa di tanah air.

Seandainya pun diberhentikan, para wartawan VOA yang memiliki kartu hijau atau permanent resident itu dapat bekerja di harian dan media TV lokal. Atau pindah ke perusahaan lain. (DP)

.

Recent Posts

Ketakutan dan Penipuan: Wajah Lain Krisis Imigrasi di Philly

Di tengah meningkatnya penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat, muncul ancaman lain yang tak kalah…

3 days ago

Bali Cafe Indo Brings Indonesian Flavors to Las Vegas

The Consul for Economic Affairs at the Consulate General of the Republic of Indonesia in…

4 days ago

Bayang Deportasi di Balik DACA

Di balik istilah hukum yang terdengar teknis, tersimpan kegelisahan yang sangat nyata bagi ratusan ribu…

6 days ago

Dari Saksi ke Tahanan: Kisah Lansia Indonesia di Philly

Di balik peristiwa penangkapan oleh agen U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) di luar Philadelphia…

1 week ago

The Sandwich Generation in Exile: Antara Karier di Amerika dan Bakti di Indonesia

Opini: Akmal Nasery Basral* Bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, ada satu suara yang paling ditakuti…

4 weeks ago

Power Up Philly: Philadelphia Perluas Akses Digital untuk Warga

Pada Sabtu, 28 Maret, City of Philadelphia menggelar Power Up Philly: Community Tech Expo, salah…

1 month ago