Karni Ilyas dan Indonesia Lawyers Club Akan Jalani Cuti Panjang. Ada apa?

Karni Ilyas akan menjalani cuti panjang. Hal itu diungkapkan pembawa acara kondang itu, di acara Indonesian Lawyers Club, ILC di stasiun televisi TVOne, Selasa 15 Desember 2020.

Dalam acara yang digelar untuk terakhir kalinya itu, Karni menjelaskan bahwa cuti panjang itu diambil berdasarkan keputusan manajemen TVOne. Hal itu dituliskan juga di akun media sosialnya. ”Dear Pencinta ILC: Sekalian kami umumkan edisi ini adalah episode terakhir akhir tahun ini dan merupakan episode perpisahan. Sebab, mulai tahun depan, berdasarkan keputusan manajemen TV One, ILC dicutipanjangkan sementara waktu,” tulisnya.

Tak dijelaskan sampan kapan cuti panjang itu bakal berakhir. Yang pasti episode diskusi berjudul ”Renungan Akhir Tahun: Dampak Tekanan Ekonomi, Ibu Bunuh Anak, Suami Bakar Istri,” merupakan episode terakhir dari program acara ILC yang mulai tayang pada 18 Februari 2008 silam.

Siaran pers manajemen TVOne menjelaskan bahwa program ILC yang dipandu Karni Ilyas, telah habis masa kontraknya. Seperti diketahui, program acara itu bukan milik TVOne. ”ILC adalah sebuah brand dengan hak cipta dan hak siar itu dimiliki pihak independen. Bukan dimiliki TVOne. Program ILC selama ini tayang hasil kerjasama antara TVOne dan pemilik hak siar ILC,” demikian bunyi siaran pers tersebut.

Tambahan lagi, ILC akan ditayangkan dalam format digital. Alasannya, jumlah subscribers di kanal Indonesia Lawyers Club di Youtube mencapai lebih dari 4 juta pemirsa. Selama ini, tontonan ILC di kanal Youtube mendapatkan jumlah rata-rata views per bulan mencapai lebih dari 50 juta tayangan. “Saat ini, platform digital telah menjadi salah satu media utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat atas sebuah informasi, termasuk informasi berita,” tulis di dalam siaran pers itu.

Ada pula dugaan yang menyebutkan Karni Ilyas tersangkut kasus jual beli tanah senilai Rp 3 trilyun di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun perjanjian jual beli seluas 30 ribu hektare tahun 2017 itu dibatalkan pada 2018, dan sertifikat hak milik tanah itu belum diterbitkan. “Belum tahu Pak Gories dan Pak Karni akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi,” tutur Muhamad Achyar, penasehat hukum salah satu pihak yang bersengketa kepada Bisnis.com.

Program acara debat ini pernah meraih sejumlah penghargaan. Mulai dari Panasonic Gobel Awards hingga Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Acara ini juga membawa Karni Ilyas beberapa kali memenangkan penghargaan di ajang yang sama dalam kategori presentar talkshow berita.

 

Karni memulai kariernya sebagai wartawan harian Suara Karya pada tahun 1972.
Ia kemudian pindah ke Majalah Tempo tahun 1978 hingga menduduki jabatan sebagai Redaktur Pelaksana. Kepiawaiannya dalam bidang hukum membuat Karni ditugaskan untuk memimpin Majalah Forum tahun 1991-1999.

Karni yang pernah menjadi redaktur Majalah TEMPO itu, hijrah ke ANTV tahun 2005. Berkat tangan dinginnya, banyak tayangan ekslusif lahir dari liputan dan ketajaman naluri kewartawanannya.

Tak jarang dalam liputan-liputan tersebut ia sekaligus menjadi reporternya. Tahun 2007, ia dipercaya membenahi TV One yang baru saja diambil alih Keluarga Bakrie. Pada stasiun televisi ini namanya cukup berkibar, terutama setelah memandu acara Indonesia Lawyers Club.

Di TV One, Karni menjabat sebagai Direktur Pemberitaan atau Pemimpin Redaksi News dan Sports. Pada tahun 2012, ia meraih Panasonic Gobel Awards, untuk kategori “Life Time Achievement”. (Wikipedia)

.

View Comments

Recent Posts

Global Citizenship Indonesia (GCI) Sepi Peminat

Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…

1 week ago

ICE dan Kewenangannya: Bisa Tahan Warga AS?

Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…

4 weeks ago

AS Hentikan Sementara Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…

4 weeks ago

Ribuan Pencari Suaka di New York Terancam Dideportasi Tanpa Sidang

Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…

1 month ago

Kuliner yang Paling Dirindukan Para Diaspora

Indonesia terkenal sebagai surga kuliner. Mau apa saja, tinggal jalan sedikit sudah tersedia yang kita…

2 months ago

Warga AAPI Khawatir terhadap Iklim Politik Amerika Serikat

Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…

2 months ago