Wawancara Khusus Sazawar M. Musa, Wartawan Afghanistan yang Nyaris dibunuh Taliban

Setelah Kabul, ibukota Afghanistan dikuasai kelompok Taliban pekan lalu, setiap hari dunia mendengar berita buruk tentang kekejian kelompok tersebut. 

Mulai dari kaum perempuan Afghanistan yang dipaksa untuk berhenti bekerja, perempuan tua yang ditembak mati di tepi jalan karena berjalan sendirian tanpa pendamping. Bahkan seorang bocah yang dipukuli gerilyawan Taliban karena mengenakan celana pendek.

Untuk mendengar langsung kondisi Afghanistan, kami mengundang Sazawar M. Musa, wartawan Afghanistan untuk bercerita tentang kondisi negaranya yang menyedihkan. Wartawan lulusan jurnalistik yang pernah bekerja di sejumlah media pemerintah dan badan nirlaba asing itu, kini berada di Bogor, Indonesia sejak beberapa tahun. 

Dalam wawancara itu, Sazawar mengungkapkan sejumlah negara yang membantu secara financiar kelompok Taliban. Di antaranya, Pakistan dan Arab Saudi. Lalu bagaimana nasib Afghanistan setelah ditinggal AS yang pernah memberikan bantuan hingga miliaran dolar? Simak lengkapnya di video di atas.

Sazawar meninggalkan istri dan dua anaknya di Afghanistan karena tidak dapat kembali pulang. ‘’Saya pasti akan dibunuh,’’ tuturnya. Mari kita simak wawancara khusus dalam video di artikel ini, yang dipandu Didi Prambadi dan Bambang Bujono, mantan Redaktur luar negeri MBM TEMPO. 

Mengingat Sazawar masuk ke Indonesia lewat jalur pengungsi, maka hidupnya pun tidak menentu. Kami mohon kesediaan bapak ibu untuk menyisihkan bantuan sekedarnya, ke alamat berikut ini:

Rumah kontrakan Ibu Haji Siti Maryan. Nomor Telepon: 089614731641

Atau langsung ke rekening Tuti Savitri. BCA No rekening 272-166-4335.

Terima kasih. (DP)

 

 

 

.

View Comments

Recent Posts

Aturan Baru “Public Charge” Digugat Sejumlah Negara Bagian

Aturan baru dapat membuat penggunaan sejumlah bantuan pemerintah ikut dipertimbangkan dalam permohonan green card. Namun,…

3 days ago

Isu Visa Revoked

Beberapa waktu terakhir, beberapa teman menerima email dengan subjek “U.S. Visa Revocation Notice…” yang dikirim…

5 days ago

Philadelphia Rilis Laporan Tingkat Kematian Ibu Hamil, Overdosis Jadi Salah Satu Penyebab Utama

Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian…

2 weeks ago

Benarkah Imigran Membebani Amerika? Di Balik Dalih Visa Trump dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan Donald Trump menggunakan ancaman “public charge” untuk menghentikan visa imigran dari 75 negara. Namun,…

2 weeks ago

Merdeka Tennis 2026, Adu Smash dan Keakraban Komunitas Indonesia di Philadelphia

Semangat kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara atau perlombaan tradisional. Di Philadelphia, komunitas tenis Indonesia…

2 weeks ago

Perjalanan Budaya Keramik Klampok yang Melegenda

Deretan showroom keramik di sepanjang jalan nasional Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, mengalihkan pandangan…

3 weeks ago