Press "Enter" to skip to content

‘Suntikan Kuda’ Jadikan Kensington, Pusat Narkoba Philadelphia, Makin Parah

Kawasan Kensington di Utara Philadelphia terasa makin rawan. Daerah yang dikenal sebagai ajang jual-beli narkoba seolah tak dapat terkontrol lagi, dan pemerintah daerah Philadelphia tak mampu berbuat apa-apa. ‘’Sungguh memalukan, Kensington menjadi buah bibir di seluruh negeri,’’ tutur Allan Domb, salah seorang calon walikota Philadelphia dalam wawancaranya dengan tim Indonesianlantern.com, pekan lalu.

Kondisi itu diperburuk dengan semakin banyaknya obat suntik Xylazine. Obat penenang untuk kuda itu cukup populer di kalangan pengguna narkoba karena harganya $ 5.00 (setara Rp 75 ribu) dibandingkan narkoba lain yang rata-rata $ 10.00 (sekitar Rp 150 ribu). ‘Obat Kuda’ ini juga lebih manjur karena membuat penggunanya seperti Zombie, tahan tanpa makan, tidur, juga membuat pikiran terasa lebih tenang selama tiga hari. 

‘’Suntikan itu bisa diperoleh di 90% penyuplai obat bius di Philadelphia,’’ tutur Sarah Laurel, pendiri The Savage Sisters, organisasi nirlaba yang menangani para pengguna narkoba di Kensington kepada stasiun televisi CBS.

Tapi, pengguna Xylazine sulit disembuhkan, karena suntikan ini bukan tergolong obat bius, melainkan obat penenang. Sehingga Xylane sulit disembuhkan dengan obat penangkal. Lama-lama ‘Obat Kuda’ itu menimbulkan luka baru di kulit atau dalam tubuh dan merusak sistem kekebalan. ‘’Bau luka-luka penghuni Kensington sangat menusuk hidung. Apalagi di sana tidak ada fasilitas kamar mandi, atau peturasan umum bagi pengguna narkoba di sana,’’ tutur Sarah Laurel, bekas pemakai narkoba itu.

Seorang pria dengan luka di tangan setiap hari datang ke klinik The Savage Sisters untuk diobati. Luka di tangannya sudah melebar ke seluruh dada, mendekati posisi jantungnya. ‘’Kami mengobati sebisa mungkin. Seperti mengobati luka tembak dengan perban saja,’’ ujar Sarah Laurel ke stasiun CBS.

Kini, selain berkeliaran di sepanjang jalan Kensington, para pengguna narkoba mulai merambah ke kereta bawah tanah hampir di seluruh kawasan di Philadelphia. Hampir setiap hari reporter Indonesianlantern.com bertemu mereka yang kondisinya seperti Zombie, berjalan terbungkuk-bungkuk, berkeliaran di stasiun bahkan tertidur di dalam gerbong kereta. Bahkan sudah mulai menghuni tangga ke atas menuju stasiun kereta di Norristown, PA. Kawasan itu sempat dikunci, setelah disemprot air, dan kini mulai bersih dari pengguna obat bius.

Kawasan Kensington yang dijuluki ”The Walmart of Heroin” terletak di Utara Philadelphia, yang membentang sepanjang Kensington Avenue dari Tusculum dan Somerset Street. Di atasnya melintas jalur ‘Kereta Biru’ jurusan Utara ke Selatan Philadelphia.

Pada pertengahan abad 19, Kensington menjadi pusat industri tekstil, terutama karpet. Gara-gara langkah ‘Deindustrialisasi’ tahun 1950-an, kawasan ini kehilangan penduduk, tingginya angka pengangguran, merosotnya ekonomi dan rumah-rumah kosong, menjadikan Kensington menjadi kawasan Zombie. Apalagi, stasiun kereta Biru di Kensington yang sempat menjadi pusat perbelanjaan mini, ditutup sekitar awal 2000-an, karena banyak dihuni gelandangan dan buang kotoran. ‘’Kami akan membenahi Kensington lagi, dengan menambah personil polisi,’’ janji Allan Domb calon Walikota Philadelphia kepada tim indonesianlantern.com. (DP)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Mission News Theme by Compete Themes.