Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal kontroversial ini muncul lagi ke pusat perdebatan politik setelah penembakan fatal terhadap Renee Nicole Good di Minneapolis. Sejak saat itu, pencarian informasi tentang ICE meningkat tajam. Banyak orang, termasuk warga negara Amerika, bertanya hal yang sama: seberapa besar kewenangan ICE sebenarnya, apakah mereka bisa menangkap orang tanpa surat perintah, dan apakah warga negara AS bisa ikut ditahan?
Sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada 2025, ICE menjadi ujung tombak kebijakan pengetatan imigrasi skala besar. Strategi yang lebih agresif disebut mendorong lonjakan deportasi, penangkapan, dan orang yang ditempatkan di pusat detensi. Bersamaan dengan itu, gelombang protes, gugatan hukum, dan seruan untuk membubarkan ICE kembali ramai terdengar.
Di tengah situasi yang memanas, banyak komunitas imigran merasa hidup dalam ketidakpastian. Isu yang berkembang bukan hanya soal dokumen, tetapi juga rasa aman untuk bekerja, mengantar anak ke sekolah, atau sekadar menjalani aktivitas harian. Untuk membantu pembaca memahami faktanya, berikut ringkasan informasi penting tentang apa itu ICE, bagaimana cara kerja mereka, dan apa yang menurut hukum boleh dan tidak boleh dilakukan agen ICE.
Apa itu ICE?
ICE adalah singkatan dari Immigration and Customs Enforcement, lembaga penegak hukum federal yang menangani penegakan imigrasi dan investigasi kejahatan lintas negara. ICE dibentuk pada tahun 2003 melalui Homeland Security Act, undang-undang keamanan nasional yang disahkan setelah serangan 11 September 2001. Saat itu, pemerintah AS menyatukan berbagai fungsi keamanan nasional ke dalam Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS). Dalam prosesnya, ICE mengambil alih tugas dari dua lembaga lama yang kini tidak lagi ada: Immigration and Naturalization Service (INS) dan United States Customs Service.
Walau ICE tergolong “lembaga baru” secara usia, peran penegakan imigrasi sudah lama dijalankan pemerintah AS sejak masa awal berdirinya negara tersebut.
Apa tugas utama ICE?
Tugas utama ICE adalah menegakkan hukum imigrasi di dalam wilayah Amerika Serikat. Artinya, ICE biasanya tidak berpatroli di perbatasan. Pengamanan perbatasan adalah domain Customs and Border Protection (CBP) dan Coast Guard. Banyak orang sering mencampuradukkan lembaga-lembaga ini, sehingga muncul kesalahpahaman tentang siapa melakukan apa.
Dalam struktur internalnya, ICE terbagi ke dalam dua divisi besar. Pertama adalah Enforcement and Removal Operations (ERO), bagian yang paling terlihat publik, karena menjalankan razia imigrasi, mengelola pusat detensi, dan melakukan deportasi. Kedua adalah divisi investigasi yang menangani kasus lebih kompleks seperti penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, kekerasan geng, hingga berbagai kejahatan finansial yang melibatkan jaringan lintas negara.
Seberapa besar ICE saat ini?
Menurut situs resminya, ICE memiliki lebih dari 20.000 pegawai yang tersebar di sekitar 400 kantor di seluruh AS. Stafnya mencakup ribuan petugas deportasi, agen investigasi, analis intelijen, pengacara, dan personel pendukung lainnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, ICE juga mengalami dorongan besar dari sisi pendanaan dan perekrutan. Disebutkan ada tambahan dana puluhan miliar dolar yang disetujui Kongres, disertai program rekrutmen masif yang menambah ribuan personel baru. Dana tambahan juga dialokasikan untuk memperluas kapasitas penahanan. Jika tren ini berlanjut, ICE berpotensi menjadi salah satu lembaga penegak hukum federal terbesar dan paling kuat dari sisi anggaran dalam sejarah modern AS.
Siapa pimpinan ICE?
Saat ini, direktur sementara (acting director) ICE adalah Todd Lyons, pejabat karier ICE dan mantan anggota Angkatan Udara yang sebelumnya memimpin ERO. Lyons menggantikan Caleb Vitello yang diturunkan jabatannya setelah kurang dari sebulan, menyusul keluhan Gedung Putih terkait angka deportasi yang dianggap belum sesuai target. Lyons melapor langsung kepada Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem.
Apakah hanya ICE yang melakukan razia?
Tidak. Salah satu fakta penting yang sering luput adalah: operasi imigrasi tidak selalu hanya diisi agen ICE. Pemerintah AS telah mengerahkan personel dari lembaga federal lain untuk membantu, termasuk Border Patrol, FBI, DEA, bahkan IRS. Di lapangan, sebuah operasi bisa melibatkan berbagai lembaga sekaligus, dan terkadang bekerja sama dengan aparat lokal atau negara bagian.
Karena itu, istilah “ICE” sering digunakan sebagai label umum untuk menyebut semua agen federal yang terlibat razia imigrasi, meskipun mereka berasal dari lembaga berbeda. Salah satu figur yang menonjol dalam operasi besar belakangan ini adalah Greg Bovino dari Border Patrol, yang disebut sebagai “commander at large” dan sering tampil dalam penggerebekan di kota-kota besar.
Apa kewenangan ICE untuk menangkap orang?
Sebagai penegak hukum federal, agen ICE punya kewenangan untuk menghentikan, menahan, dan menangkap orang yang mereka yakini berada di AS secara ilegal. Di ruang publik, mereka dapat melakukan penangkapan tanpa surat perintah (warrant), tetapi tetap harus memiliki dasar, minimal alasan yang cukup atau kecurigaan yang masuk akal bahwa seseorang melanggar hukum imigrasi.
Inilah titik yang membuat banyak orang merasa rentan: operasi di ruang publik bisa terjadi cepat, dan keputusan di lapangan sering berdasarkan penilaian agen saat itu. Karena itu, komunitas sering merasa situasi “tidak seimbang” bahkan sebelum orang sempat memahami apa yang sedang terjadi.
Bisakah ICE menahan warga negara AS?
Secara hukum, jawabannya: tidak. Dalam aturan tertulis, ICE hanya berwenang menahan, menangkap, atau mendeportasi orang yang diduga berada di AS secara ilegal.
Namun dalam praktiknya, ada banyak laporan bahwa warga negara AS ikut terseret dalam operasi. ProPublica melaporkan terdapat lebih dari 170 insiden warga negara AS yang ditahan otoritas imigrasi, termasuk kasus di mana seseorang tetap ditahan meski sudah menunjukkan identitas resmi pemerintah.
ICE dapat menahan warga negara AS jika mereka diduga melakukan tindak pidana, misalnya mengganggu operasi atau menyerang petugas. Tetapi laporan juga menyebut banyak kasus semacam ini tidak kuat saat diuji lebih jauh, dan hanya sedikit yang berujung pada vonis bersalah.
Apakah ICE perlu surat perintah untuk masuk rumah?
Ya. ICE tidak boleh masuk ke rumah pribadi atau bisnis tanpa surat perintah yang ditandatangani hakim. Hal yang sering membingungkan adalah adanya administrative warrant, dokumen internal yang bisa ditandatangani sendiri oleh ICE. Dokumen ini tidak sama dengan surat perintah dari hakim (judicial warrant), dan tidak otomatis memberi hak untuk masuk rumah tanpa izin pemilik.
Perbedaan dua jenis surat inilah yang sering menjadi kunci dalam banyak peristiwa di lapangan, terutama ketika agen datang ke rumah dan meminta penghuni membuka pintu.
Apakah merekam ICE itu legal?
Ya. Anda memiliki hak konstitusional untuk merekam aktivitas ICE maupun aparat penegak hukum lain, selama tidak menghalangi jalannya operasi. Pernyataan beberapa pejabat DHS yang menyebut perekaman bisa ilegal dinilai bertentangan dengan banyak putusan pengadilan yang mengakui hak masyarakat merekam aktivitas polisi berdasarkan Amandemen Pertama.
Apakah ICE boleh menggunakan kekerasan?
Boleh, namun dibatasi. Hukum federal menyebut agen imigrasi harus menggunakan kekuatan non-mematikan seminimal mungkin untuk mencapai tujuan operasi. Penggunaan kekuatan mematikan diperbolehkan hanya ketika diperlukan, yaitu jika ada keyakinan yang masuk akal bahwa agen atau orang lain menghadapi ancaman kematian atau cedera serius yang segera. Mereka tidak boleh menggunakan kekuatan mematikan hanya untuk menghentikan orang yang melarikan diri atau jika seseorang dianggap hanya membahayakan dirinya sendiri.
Berapa deportasi sejak Trump kembali menjabat?
ICE melaporkan telah melakukan 622.000 deportasi sejak 20 Januari 2025. Angka ini belum mencapai target pemerintah yaitu satu juta deportasi per tahun, tetapi cukup untuk melampaui rekor tahunan sebelumnya, yakni 316.000 deportasi pada masa Presiden Barack Obama.
Mengapa agen ICE memakai masker?
ICE menyebut masker digunakan untuk mencegah doxing, yaitu penyebaran informasi pribadi petugas tanpa izin yang bisa membahayakan mereka dan keluarga. Namun hukum federal juga mewajibkan agen imigrasi yang melakukan penangkapan untuk mengidentifikasi diri “secepat mungkin ketika praktis dan aman.” Frasa ini memberi ruang interpretasi, sehingga menjadi perdebatan ketika agen dianggap menolak menunjukkan identitas.
California telah meloloskan aturan yang melarang aparat federal memakai masker, dan sejumlah kota serta negara bagian lain mempertimbangkan kebijakan serupa. Pemerintahan Trump menggugat untuk memblokir hukum di California tersebut.
Penutup
Ketika operasi imigrasi meningkat, rasa takut sering menyebar lebih cepat daripada informasi yang benar. Karena itu, memahami batas kewenangan ICE dapat membantu komunitas mengambil keputusan yang lebih aman dan rasional. Bagi banyak keluarga imigran, mengetahui fakta bukan sekadar soal pengetahuan, tetapi soal bertahan hidup dengan lebih tenang di tengah situasi yang terus berubah.
-Artikel ini adalah adaptasi dan terjemahan dari Yahoo News yang ditulis Mike Bebernes-
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…
Lebih dari 10.000 pencari suaka di New York berisiko dideportasi pada tahun 2025 tanpa pernah…
Isu biaya hidup, inflasi, dan imigrasi kerap mendominasi pemberitaan media di Amerika Serikat. Di tengah…
Cost of living, inflation, and immigration: buzzwords that encapsulate the main topic of news outlets.…
Sabtu, 6 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 916 orang meninggal dunia,…