Mengenang James F. Sundah, Sang Penulis “Lilin-Lilin Kecil” yang Menyalakan Harapan Generasi

Dunia musik Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Kabar wafatnya James F. Sundah pada Kamis, 7 Mei 2026, di New York membawa duka mendalam bagi para musisi, pencinta musik, dan generasi yang tumbuh bersama karya-karyanya.

Melalui sebuah pengumuman keluarga yang beredar di media sosial, James disebut meninggal dunia dengan tenang pada pukul 11:28 pagi waktu setempat. Ia dikenang bukan hanya sebagai pencipta lagu legendaris “Lilin-Lilin Kecil”, tetapi juga sebagai sosok yang selama puluhan tahun memperjuangkan hak cipta dan martabat para pencipta lagu Indonesia.

Credit Photo: Keluarga James F. Sundah

Lagu “Lilin-Lilin Kecil” yang dipopulerkan oleh Chrisye pada tahun 1977 bukan sekadar lagu pop biasa. Lagu itu menjadi simbol harapan, kelembutan, dan kemanusiaan. Hingga hari ini, lagu tersebut masih sering diputar dalam momen refleksi, peringatan, hingga acara kemanusiaan. Rolling Stone Indonesia bahkan memasukkannya sebagai salah satu lagu Indonesia terbaik sepanjang masa.

James Freddy Sundah lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 1 Desember 1955 dan berasal dari keluarga Minahasa. Ayahnya, Alfred Sundah, dikenal sebagai tokoh budaya Sulawesi Utara yang aktif melestarikan musik bambu dan kolintang. Sejak kecil, James sudah akrab dengan musik dan mulai terlibat dalam rekaman musik ayahnya saat masih berusia sekitar delapan tahun.

Karier besarnya mulai bersinar ketika mengikuti Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors tahun 1977. Meski “Lilin-Lilin Kecil” hanya menempati posisi kelima dalam kompetisi tersebut, lagu itu justru menjadi karya paling populer dan mengubah arah musik pop Indonesia pada era tersebut.

Konon, penyiar radio Sys NS merasa lagu itu membutuhkan “suara malaikat” untuk membawakannya. Pilihan akhirnya jatuh kepada Chrisye, yang kala itu belum sepenuhnya yakin ingin menyanyikan lagu pop Indonesia. Namun, keputusan itu kemudian menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah musik Indonesia.

James F. Sundah

Selain dikenal lewat “Lilin-Lilin Kecil”, James F. Sundah juga memiliki perjalanan panjang sebagai komposer, arranger, dan produser musik. Ia bekerja bersama banyak nama besar seperti Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, hingga musisi internasional. Ia bahkan disebut sebagai salah satu sosok yang membantu menemukan dan mengembangkan talenta beberapa diva Indonesia.

Di luar dunia musik, James juga dikenal vokal memperjuangkan perlindungan hak cipta bagi para pencipta lagu di Indonesia. Ia sering berbicara mengenai pentingnya penghargaan terhadap karya kreatif dan perlindungan terhadap musisi dari pembajakan.

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, James tinggal di New York bersama keluarganya. Ia meninggalkan seorang istri, Priscillia (Lia), seorang putra bernama Erick, dan keluarga yang mencintainya.

Kepergian James F. Sundah meninggalkan ruang hening dalam perjalanan musik Indonesia. Namun, seperti lirik “Lilin-Lilin Kecil” yang terus hidup lintas generasi, karya-karyanya tampaknya akan tetap menyala, kecil, tenang, tetapi memberi terang bagi banyak orang.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi keluarga serta berbagai sumber publik mengenai perjalanan hidup dan karya James F. Sundah.

IL

Recent Posts

Pesta Babi, Pembelajaran Demokrasi Kita

oleh: Nuria Soeharto Setelah tayang perdananya di Forum Papua Barat, di Auckland, Selandia Baru, pada…

5 days ago

Generasi DACA dan Siklus Ketidakpastian Setiap Dua Tahun

Bagi ratusan ribu imigran muda yang dikenal sebagai Dreamers, Amerika selama bertahun-tahun terasa seperti rumah,…

1 week ago

News Reimagined: The Creator Journalism Summit

Washington D.C. - On Monday, May 4th at the National Press Club, journalists, reporters, and…

2 weeks ago

AAPI Heritage Month Gala

On Friday, May 8th, at Xfinity Live! Casino & Hotel, business leaders, community members, and…

2 weeks ago

1PHL Startup Summit: Philly’s up and coming tech startups network

On Wednesday, May 6th, at Ballers Philadelphia, a social sports club in Fishtown, tech entrepreneurs…

2 weeks ago

Nonton World Cup di Philly? Pulangnya Gratis Naik SEPTA

Ketika banyak kota tuan rumah FIFA World Cup 2026 mulai menaikkan tarif transportasi umum demi…

2 weeks ago