Departemen Kesehatan Masyarakat Philadelphia (Philadelphia Department of Public Health/PDPH) merilis laporan terbaru mengenai tingkat kematian ibu selama kehamilan hingga satu tahun setelah kehamilan berakhir.

Laporan Philadelphia Maternal Mortality, 2019–2023 mencatat 120 kasus kematian yang berkaitan dengan kehamilan di Philadelphia selama periode tersebut. Kasus-kasus ini ditinjau oleh Maternal Mortality Review Committee (MMRC).
Menurut laporan, penyebab utama kematian terkait kehamilan antara lain overdosis obat yang tidak disengaja, infeksi, serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Masalah kesehatan mental, di luar gangguan akibat penggunaan narkoba, obat-obatan, atau alkohol , juga ditemukan sebagai faktor yang berkontribusi dalam 42 persen kasus kematian terkait kehamilan.
“Maternal health is a fundamental indicator of our city’s overall health,” kata Komisaris Kesehatan Philadelphia Dr. Palak Raval-Nelson. Ia mengatakan setiap kematian ibu dan komplikasi serius memberikan dampak besar bagi keluarga dan masyarakat.
Bukan hanya masalah medis
PDPH menyebut kematian ibu tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis. Akses terhadap pelayanan kesehatan, kesehatan mental, layanan sosial, serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan juga menjadi perhatian.
Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah kota merekomendasikan penguatan pelayanan klinis, peningkatan koordinasi antarlayanan, perluasan dukungan kesehatan mental, serta upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.
MMRC telah bekerja di Philadelphia sejak 2010 dan disebut sebagai komite peninjau kematian ibu tingkat kota pertama di Amerika Serikat. Hingga kini, komite tersebut telah meninjau lebih dari 400 kasus.
PDPH menjelaskan bahwa laporan untuk periode 2019–2023 baru diterbitkan pada 2026 karena setiap kasus membutuhkan proses panjang untuk pengumpulan data, peninjauan rekam medis dan kondisi sosial, serta pembahasan oleh komite.
Laporan lengkap Philadelphia Maternal Mortality, 2019–2023 tersedia melalui Birth Justice Philly.
Artikel ini diterjemahkan dan disarikan dari rilis resmi Philadelphia Department of Public Health (PDPH).

