Press "Enter" to skip to content

Belasan Wartawan Indonesia dengan Satu Ide Terbitkan Situs Seide.id

Ada satu majalah lagi lahir di dunia maya Indonesia dengan nama Seide.id. Majalah yang didirikan oleh 10 wartawan dan dua tenaga IT itu, berangkat dari semangat yang sama dan satu ide. Yakni, menulis artikel di media sosial yang ternyata tidak menghasilkan apa-apa.

”Padahal kami adalah wartawan yang memiliki ribuan pengikut. Bahkan banyak di antaranya yang sampai 5 ribu pengikut,” kata Supriyanto Martosuwito, Pemimpin Redaksi Seide.id

Selain itu, majalah seide atau satu ide ini dibentuk untuk menghindarkan komentar bernuansa ujaran kebencian yang makin kental di media massa. Juga, ”Berniat menghimpun banyak penulis dan menjadi perpustakaan para penulis Indonesia,” ujar Soegeng Setyo. Bersama Sukma Redjo, mereka bersedia menjadi penyandang dana sampai majalah ini menemukan investor sesungguhnya. Sementara Noorca M. Massardi, mantan pemimpin redaksi Majalah Jakarta Jakarta memperkuat jjajaran redaksi Seide.id ini.

Para angora redaksi Seide.id

Setelah bertemu Ricke Senduk, wartawan sekaligus pengusaha, yang juga bersedia menjadi penyandang dana, majalah Seide.id ini pun lahir tepat pada 1 Juli 2021 lalu. ”Tidak banyak. Kami menyediakan dana sekitar Rp 300 juta, untuk start awalnya,” kata Ricke yang pernah menjadi jurubicara Arswendo Atmowiloto, pendiri majalah Monitor yang dibredel tahun 1990. Dana itu, dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari dan transportasi liputan.

Tentu saja, di awal langkahnya, Seide.id mengalami kendala, apalagi para wartawannya yang sudah berusia senja dan tak mampu mengikuti perkembangan teknologi, apalagi majalah online. ”Nulisnya cepat, tapi cara mengunduh ke internet bisa makan waktu berjam-jam,” tutur Harry Tjahjono, mantan wartawan salah satu majalah keluarga di Indonesia.

Redaksi Seide.id (koleksi seide.id)

Namun, berkat bantuan Bayu ….. , tenaga ahli IT yang menangani semua keperluan teknologi Seide.id, majalah baru ini berhasil meraih pembaca yang cukup signifikan. Tambahan lagi, pembayaran iklan di majalah ini akan lebih baik lagi, tidak seperti yang dilakukan Google yang sangat minim. ”Google hanya membayar receh saja dibandingkan artikel yang kita hasilkan,” tutur Bayu …. Di samping itu, semakin banyak perusahaan start-up yang membutuhkan artikel guna membantu perusahaan pemula dan bidang e-commerce lainnya.

”Dengan target hingga 100 penulis dengan rata-rata seribu pengikut, maka diperkirakan Seide.id ini akan meraih 100 ribu pembaca setiap bulan,” tutur Soegeng Setyo. Di atas kertas, apabila angka itu tercapai, maka majalah ini akan meraih pendapatan Rp 80 juta di bulan pertama. Bulan berikutnya Rp 120 juta dan berikutnya lagi sekitar Rp 150 juta,” tutur Soegeng Setyo.

Anggota redaksi Seide.id

Dengan demikian, Seidi.id diharapkan meraih 100 ribu hingga 150 ribu pembaca. Akibatnya, semua iklan yang dipasang di majalah ini akan mendapatkan monetizing yang bagus. ”Selama tiga hari terbit, iklan kami sudah mencapai 48 buah dari produk-produk prima. Seperti Sophie, Tokopedia, Mercedes-Benz dan lainnya. Namun, hingga kini Seidi.id masih belum promosi, sehingga iklan-iklan tadi belum diklik,” tutur Soegeng. ”Dalam enam bulan ke depan,