Categories: PoliticsUncategorized

Beberapa kepala negara dijual di e-Bay sebagai barang rongsokan

Mashable.com — Seseorang berupaya menjual Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif di laman internet eBay. Mashable.com melaporkan, penjualnya menyebutkan bahwa ‘PM Pakistan itu tidak bisa dipakai’ dan kondisinya sudah cacat. Penjualnya yang menamakan diri ‘mastavis’ itu, menambahkan bahwa produknya itu dalam kondisi rusak dan tidak pernah berfungsi. ‘’Secara genetika sudah cacat dan korup’’ penjualnya menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Sharif biasanya dapat diperoleh di Inggris, AS dan Turki, tapi bisa lebih banyak didapat di Pakistan. ‘’Bersamaan dengan bisnis, properti dan keluarga di London tapi masih pengin menjadi perdana menteri di Pakistan,’’ tulisnya. PM Nawaz Sharif dijual di eBay karena ketiga putranya masuk dalam daftar nama para pengusaha yang melarikan modal ke luar negeri di Panama Papers. Meski Sharif membantah daftar itu, namun pihak oposisi menuntut agar kasus itu diperiksa. PM Nawas Sharif kini berada di Inggris untuk menjalani pengobatan.

Sejauh ini ada 100 orang yang menawar sampai $ 92 ribu atau sekitar Rp 1 miliar. Sayang, oleh eBay di Inggris, jualan itu dihentikan dan dihapus Jumat (15/42016). Padahal masa jualnya masih sampai 20 April 2016.

Sebelumnya penjual yang sama menawarkan PM Inggris David Cameron. Dalam tawarannya ‘mastavis’ menjelaskan bahwa ‘’Cameron tidak dibutuhkan lagi. Tidak dilengkapi boks pembungkus atau instruksi. Pembelinya diminta untuk mengambil barang itu sendiri, karena penjualnya tidak siap untuk menyentuh barang tersebut,’’ tulisnya. ‘’Meski perangkonya gratis, namun ada satu prasyarat. Tidak bisa dikirim ke India’’. Sedangkan pemimpin lain yang dijual di eBay adalah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Meski Nawaz Sharif dihargai lebih tinggi beberapa ribu dibandingkan PM Inggris David Cameron, namun harganya lebih rendah dari Presiden al-Sisi yang dihargai $ 100 ribu atau sekitar $ 1,3 miliar.

IL

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

3 days ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

5 days ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

1 week ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

3 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

3 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

4 weeks ago