Categories: PoliticsUncategorized

Pendukung Sanders Berniat Kentut Massal di Munas Partai Demokrat

Para pendukung Bernie Sanders, saingan Hillary Clinton berencana melepaskan kentut bersama dalam Munas Partai Demokrat di Philadelphia, pekan depan.

NBC News mengabarkan Senin (18/7/2016), untuk itu, mereka ramai-ramai makan kacang dan melepaskan kentut saat Hillary dinobatkan jadi kandidat presiden dari Partai Demokrat. ‘’Ini merupakan bentuk protes bahwa banyak hal yang berbau busuk dalam kehidupan demokrasi di negeri ini,’’ tutur Dr. Walter H. Tsou, bekas komisioner kesehatan Philadelphia, pendukung rencana itu.

Aksi kentut ramai-ramai itu akan dilakukan di dalam Stadion utama Wells Fargo, Philadelphia tempat Munas Demokrat digelar, dan di jalan-jalan. ‘’Diupayakan bertepatan waktunya saat Hillary menerima pencalonan itu,’’ tutur Cheri Honkala panitia penyelenggara aksi tersebut.

Menurut harian the Daily Kos, aksi protes menggunakan perut kembung itu adalah ide dari penulis dan organisator Saul D. Alinsky. Saat Cheri Honkala berkirim surat pada Hillary, untuk tesisnya tentang teori organisasi komunitas tahun 1969, ia teringat dengan Alinsky.

Setelah menyebut kata ‘Fart-in’ atau kentut di jurnal organisasinya ‘Poor people’s Economic Human Right Campaign’ Honkala menerima sumbangan berbagai jenis kacang. Ada kacang tanah kacang rebus, kacang lima, kacang bakar. Bahkan menerima sumbangan dana untuk membeli makanan berserat tinggi yang menghasilkan gas dalam perut.

Dalam konvensi nanti Honkala berharap, pendukungnya bisa melepaskan gas dari perut mereka. ‘’Ini merupakan jalan satu-satunya kita bisa membahas sistem politik yang busuk baunya di negeri ini,’’ kata Honkala, pendukung Bernie Sanders yang akan melakukan aksi protes anti-Hillary dengan gas kentut.

IL

Recent Posts

Lampion Merah di Museum Benteng Heritage

Oleh: Renville Almatsier Lampion merah bergantungan sepanjang gang sempit yang pendèk sekitar Museum Benteng Heritage…

1 week ago

Puasa, Dari Waktu Ke Waktu

Ramadan kali ini, di usiaku yang hampir 60 tahun, mengingatkanku akan perkembangan pemahamanku tentang makna…

2 weeks ago

Update Kasus Ponzi Diaspora Indonesia Senilai $24,5 Juta

Masih ingat kasus ponzi yang pelakunya diaspora dan WNI yang tinggal di New York? Kasus…

2 weeks ago

Prabowo dan AS Capai Komitmen Investasi USD38,4 Miliar

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Amerika Serikat pada Februari 2026 menandai fase baru dalam…

4 weeks ago

Senior Centers di Indonesia

Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…

4 weeks ago

SAVE America Act dan Ancaman bagi Pemilih AAPI

Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…

1 month ago