Pengamat ekonomi dan politik, Dradjad Wibowo, menilai perombakan atau Kabinet Kerja tahap kedua lebih sarat pesan politik. Pesan yang dia maksud itu, bahwa Presiden Joko Widodo ingin menunjukkan diri sebagai presiden dan bukan petugas partai.
Akan tetapi, Puan Maharani yang juga putri Ketua Umum DPP Partai Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tidak tergusur dari posisinya di salah satu kementerian koordinator Kabinet Kerja sejak kabinet itu dibentuk Oktober 2014 lalu.
PDI Perjuangan adalah partai politik utama pengusung Jokowi sejak menuju kursi gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu. “Saya menangkap pesan politiknya lebih sarat daripada pesan ekonomi, meskipun sasarannya ingin meningkatkan kinerja dan perbaikan sektor ekonomi,” kata Wibowo, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis.
Dia mencermati, Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa dia adalah presiden yang mandiri. Untuk pesan itu, mantan wakil ketua umum DPP PAN ini memuji langkah Jokowi. Indonesia menganut sistem kepemimpinan nasional demokrasi presidensial atas basis multi partai politik. (Ade Marboen/Antara)
Menua Itu Soal Tempat, Bukan Sekadar Umur. “Menua bukan hanya proses biologis. Ia sangat dipengaruhi…
Organisasi advokasi pemilih Asian and Pacific Islander American Vote (APIAVote) menyatakan keprihatinan atas lolosnya SAVE…
Banyak nada pesimis dan rasanya jauh panggang dari api! Bagaimana tidak, sejak Golden Visa Indonesia…
Immigration and Customs Enforcement (ICE) kembali menjadi sorotan publik. Lembaga federal yang selama bertahun-tahun dikenal…
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penghentian sementara pemrosesan visa imigran untuk warga dari 75…